Kuba-Saudi Masuk Daftar Hitam AS Soal Perdagangan Manusia

Washington, MINA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menempatkan Kuba dan Arab Saudi di peringkat terbawah dalam laporan terbaru tentang perdagangan manusia.

Kedua negara itu ditetapkan sebagai “negara tingkat 3” yang dapat membuat keduanya dikenai pembatasan pada bantuan AS.

Pembatasan tersebut mencakup bantuan kemanusiaan, perdagangan, dan partisipasi pejabat pemerintahan dalam program pertukaran pendidikan dan kebudayaan. demikian Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (22/6).

Kuba dan Arab Saudi bergabung dengan Cina, Korea Utara, Rusia, dan Suriah sebagai pelaku perdagangan manusia tingkat 3.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang didampingi putri Presiden Donald Trump, Ivanka, mengungkap laporan perdagangan manusia itu di Departemen Luar Negeri pada Kamis (20/6).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Arab Saudi “diduga mendanai milisi Yaman dan mempekerjakan anak-anak di bawah umur dalam pertempuran.”

Menurut Pompeo, sebanyak 25 juta orang di seluruh dunia menjadi sasaran perdagangan manusia, termasuk di AS.

Selain itu, 77 persen pelaku perdagangan manusia mengeksploitasi korban dari negara asal mereka sendiri.

“Perdagangan manusia adalah masalah lokal dan global,” ujarnya.

Pemerintahan Trump juga menandai negara-negara Libya, Somalia, dan Yaman sebagai kasus khusus, di mana konflik kemanusiaan mempersulit akses informasi tentang negara-negara itu. (T/R03/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)