Kubu Likud Netanyahu dan Gantz Saling Serang di Medsos

Yerusalem, MINA – Kubu Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu dan kubu Partai Blue & White pimpinan Benny Gantz saling serang di media sosial tentang rencana aneksasi Israel ke Tepi Barat, Palestina.

Keretakan antara kedua pihak disoroti pada Rabu pagi (1/7) ketika Menlu Gabi Ashkenazi mengatakan bahwa dia tidak percaya pencaplokan akan terjadi pada 1 Juli. Ketika ditanya media, dia mengatakan, dan berkata “tanyakan saja pada Netanyahu.” Yerusalem Post melaporkan, Rabu (1/7).

Ashkenazi juga menyoal urusan kapal selam Netanyahu yang dipandangny bermasalah, dengan mengatakan perlunya merekomendasikan penyelidikan oleh Pengawas Keuangan Negara.

Dia mengatakan bahwa masalahnya adalah “Parah,” menambahkan bahwa “Jika ada kebutuhan untuk penyelidikan lebih lanjut, saya percaya pada polisi untuk menyelidiki.”

Sementara itu, Menteri Perhubungan Miri Regev mengomentari komentar Ashkenazi mengenai urusan kapal selam, dengan mengatakan seolah-olah dia “berbicara dari kursi oposisi,”

Dia menambahkan bahwa “Jika kita sudah berbicara tentang investigasi, jangan Anda pikir sudah waktunya untuk menyelidiki. Jangan biarkan bertambah panas.”

Keretakan besar di antara para pihak juga tampak dari keputusan Jaksa Agung Avichai Mandelblit pada Selasa (30/6) yang tidak menyetujui permintaan Netanyahu hingga 10 juta NIS dari biaya hukumnya dalam persidangan korupsi publik yang akan didanai oleh sekutu taipan Amerika Spencer Partrich.

Menteri Kehakiman Avi Nissenkorn mengomentari keputusan Mandelblit, mengatakan bahwa “Mandelblit tidak menganiaya siapa pun, dan dia telah melakukan pekerjaannya.

“Sebuah serangan terhadap penjaga hukum akan merusak demokrasi, dan melemahnya demokrasi akan merusak hak-hak setiap warga negara di Negara Israel,” ujar Nissenkorn.

Yair putra Netanyahu yang aktif di dunia online, mengomentari tweet Nissenkorn dengan mengatakan, “Tutup mulut !”

Twitnya memicu respons pertentangan dari pejabat Partai Blue & White. (T/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)