Washington, MINA – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah kembali setelah kunjungan ke Timur Tengah, yang bertujuan mendorong negara-negara Arab untuk mengikuti langkah UEA dan menormalkan hubungan dengan Israel. Namun gagal promosikan normalisasi.
Kunjungan ke Bahrain, Oman dan Sudan, gagal menghasilkan komitmen publik apa pun untuk mengakui negara Yahudi tersebut, setelah kesepakatan hubungan normalisasi UEA-Israel yang ditengahi AS.
Kantor Berita resmi Oman mengatakan, aspek-aspek kerja sama bilateral yang ada antara kesultanan dan AS ditinjau dalam kerangka hubungan kuat yang mengikat mereka, tetapi tidak merujuk pada hubungan dengan Israel, demikian naharnet melaporkan, dikutip MINA, Sabtu (29/8).
Oman telah lama berdialog dengan Israel dan menyambut baik pengumuman UEA pada 13 Agustus, bahwa mereka telah menormalisasi hubungan, sambil menegaskan kembali dukungannya untuk Palestina.
Baca Juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Rabi Yahudi Ditemukan Tewas di UEA
Pompeo adalah pejabat tinggi Barat pertama yang bertemu dengan Sultan Haitham, yang menggantikan Sultan Qaboos setelah kematiannya pada Januari, setelah sekitar lima dekade berkuasa.
Selanjutnya, pemerintah transisi Sudan pada Selasa memupuskan harapan untuk terobosan cepat, dengan mengatakan “tidak memiliki mandat” untuk mengambil langkah yang begitu berat.
Dan Bahrain menggemakan sekutunya, Arab Saudi, bahwa kesepakatan dengan Israel tidak akan terwujud tanpa pembentukan negara Palestina merdeka. (T/Hju/RS2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Perintahkan Warga di Pinggiran Selatan Beirut Segera Mengungsi