Kunjungan PJMI ke KPU Kota Jaktim: Lawan Berita Hoaks

(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) melakukan kunjungan ke KPU Kota Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (27/1).

Ketua PJMI Ismail Lutan menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk bersilaturahim dan melakukan Audiensi terkait penyaluran informasi atau berita kepada masyarakat umum, khususnya tentang pemilu di wilayah Kota Jaktim.

Audiensi yang digelar di Kantor KPU Kota Jakarta Timur diikuti Ketua KPU Wage Wardana serta anggotanya Tedi Kurnia, Tri Endraningsih, Fahrur Rohman, Suhanda dan Henny Yudhi Rahmi selaku sekretaris KPU Kota Jakarta Timur.

Sementara dari pengurus PJMI Pusat Ketua Ismail Lutan dan pengurus pusat diantaranya Rana Setiawan, Anugrah Widhy, Iin, Putra Fajar, Syarifudin.

“PJMI sebagai komunitas paguyuban jurnalis Muslim mempunyai peran dalam menyukseskan jalannya Pemilu tahun 2024 dengan mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan langsung dari sumber aslinya,” ujar Ismail.

Dia berharap audiensi ini dapat menjalin kerja sama dengan KPU Kota Jakarta Timur, agar PJMI dapat menjalankan program kolaborasi dalam rangka memberikan informasi, sosialisasi, pendidikan pemilih, literasi kepada masyarakat dalam semua tahapan Pemilu, serta melawan berita hoaks.

Baca Juga:  Jama’ah Muslimin Jambi Adakan Gema Takbir Cinta Al-Aqsa 

Kunjungan PJMI ini disambut baik oleh Wage Wardana selaku Ketua KPU Kota Jakarta Timur.

Wage menyampaikan, insan pers berperan penting sebagai salah satu entitas penentu kualitas Pemilu 2024 melalui pemberitaan yang berkualitas sesuai dengan etika jurnalistik.

“Kami berharap PJMI ikut mengedukasi masyarakat tentang prosedur pemungutan suara yang benar dan pada pemberitaannya memiliki implikasi pada iklim kondusif keamanan di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2024 nanti,” ujarnya.

Wage mengatakan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada para pemilih pemula demi terciptanya demokrasi yang berkualitas.

“Kita tengah menggarap sosialisasi pendidikan pemilih kepada kelompok-kelompok rentan dan marjinal, khususnya pemilih muda,” katanya.

Wage menyampaikan, pihaknya juga tengah gencar melakukan sosialisasi pemutakhiran data dan pemetaan pemilih di TPS Lokasi Khusus pada Kota Jakarta Timur serta Sosialisasi Badan Ad Hoc dan Siakba ke Kelompok Pemilih di Tempat Khusus dan Disabilitas.

Baca Juga:  Ketua MPR Minta Pemerintah tak Terburu-buru Beri Bansos untuk Korban Judi Online

Menurutnya, pemetaan TPS khusus untuk Pemilu 2024 ini merupakan upaya KPU dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas data pemilih, serta memberikan pelayanan yang optimal dalam pendataan pemilih, seperti yang disampaikan oleh Ketua KPU Kota Jakarta Timur, Wage Wardana, dalam sambutannya.

“KPU menawarkan pelayanan apabila nanti pada pelaksanaan pemilu tidak bisa memilih di domisili tempat tinggal, maka bisa memilih di TPS khusus, dengan melakukan pendataan terlebih dahulu dengan petugas khusus dari pengelola lapas/panti, universitas atau rumah sakit, bahkan bisa di pesantren, dan pihak pengelola yang ingin ada TPS Khusus tersebut harus bersurat ke KPU” jelas Wage.

Pada kesempatan tersebut, Tri Endraningsih selaku Anggota KPU Kota Jakarta Timur Divisi SDM, Pendidikan Pemilih, Sosialisasi dan Parmas menyampaikan saat ini KPU Kota Jaktim swdang menjalankan proses perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

Baca Juga:  Jama’ah Muslimin Jambi Adakan Tabligh Akbar

Petugas yang akan dibentuk itu untuk melakukan pemutakhiran atau pendaftaran data si pemilih.

“Pembentukan dari Pantarlih ini dari PPS atau Panitia Pemungutan Suara yang berada di setiap kelurahan , dan di Jakarta Timur ada 65 kelurahan.

Pantarlih bertugas di lingkungan TPS atau Tempat Pemungutan Suara,” jelasnya.

Seleksi dari penerimaan Pantarlih ini juga dilihat dari berbagai aspek. Mulai dari integritas, kompetensi, kemandirian, dan juga kapasitas si calon petugas atau Pantarlih ini sendiri.

Sementara Anggota KPU Kota Jakarta Timur Divisi Perencanaan dan Data, Tedi Kurnia, menyampaikan materi mengenai alur pemutakhiran dan penyusunan data pemilih, dan kategori pendataan pemilih di lokasi khusus, dan alur tata kerja pemutakhiran dan pendaftarannya.

Tedi juga menjelaskan, pada pemutakhiran data pemilih, pada Jumat siang ini jumlah pemilih di Jakarta Timur mencapai 2,39 juta pemilih.(L/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Ismet Rauf