AS Kurangi Kontribusinya untuk PBB Senilai Rp3,8 Triliun

Sidang Umum PBB. (Foto: HRW.org)

New York, MINA  – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan mengurangi kontribusinya untuk anggaran Perserikatan Bangsa-Bangsa senilai 285 juta dolar AS (sekitar Rp3,8 triliun).

Misi AS ke PBB mengatakan pada Ahad (24/12) bahwa pemotongan kontribusi untuk anggaran PBB 2018-2019 juga akan dilakukan terhadap fungsi manajemen dan dukungan badan PBB lainnya.

Pengumuman tersebut tidak menjelaskan jumlah keseluruhan anggaran. Kantor Beriita MINA (Mi’raj News Agency) melaporkannya dari sumber Daily Sabah, Selasa (26/12).

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa itu untuk “efisiensi dan penghematan”, dan dia tidak akan membiarkan “kemurahan hati rakyat Amerika dapat dimanfaatkan.”

Langkah ini mencerminkan sikap AS yang kecewa dengan sikap-sokap PBB yang tak sesuai dengan apa yang diinginkan negara adidaya itu seperti yang terakhir, terlihat dari kekalahan telak AS dalam pemungutan suara soal Yerusalem di Majlis Umum PBB

Dia juga mengatakan bahwa sementara misinya selesai dengan hasil negosiasi anggaran, ia akan terus “melihat cara untuk meningkatkan efisiensi PBB, sambil melindungi kepentingan kita.”

Pengumuman disampaikan sesaat setelah mayoritas negara-negara anggota PBB memilih untuk menentang keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebagai tanggapan, Trump mengancam anggota PBB, bahwa dia akan menahan miliaran dolar bantuan ke negara-negara yang memilih untuk mendukung resolusi yang menentang langkahnya.

“Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memberikan suara menentang kita. Baik, kita melihat suara itu. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita, dan kita akan menghemat banyak, Kami tidak peduli,” ancaman Trump sebelum voting.

Haley juga mengancam anggota PBB atas pemungutan suara tersebut, dengan mengatakan bahwa akan ada konsekuensinya, dan dia akan “mengambil nama” negara yang memilih resolusi tersebut.

AS saat ini menyediakan sekitar 22 persen anggaran PBB atau sekitar 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp44,7 triliun) per tahun. (T/RS2/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)