Kutukan Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia Terus Berlanjut

(Ilustrasi mushaf Al-Quran: Istimewa)

Kairo, MINA – Parlemen dan berbagai lembaga internasional Islam telah mengutuk keras aksi pembakaran salinan Al-Quran oleh seorang ekstremis di ibu kota , Stockholm, menekankan penolakan total terhadap tindakan tercela tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan SPA dikutip MINA, Senin (23/1), Parlemen Arab meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan mengkriminalisasi tindakan yang tidak dapat diterima ini, yang mengobarkan perasaan kebencian dan kekerasan serta menggoyahkan keamanan dan stabilitas.

Parlemen Arab menyerukan pemberlakuan hukum internasional yang mengkriminalisasi penghinaan terhadap kesucian agama, menegaskan perlunya menyebarkan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan.

Senada dengan Parlemen Arab, Liga Muslim Dunia (MWL) mengutuk tindakan absurd, provokatif, dan memalukanpada aksi pembakaran salinan Al-Quran.

Sekretaris Jenderal MWL, Dr. Mohammed bin Abdul Karim Al-Issa, memperingatkan risiko tindakan yang hanya memprovokasi kebencian, melayani agenda ekstremisme.

“Ini menunjukkan bahwa perilaku sembrono tersebut menyinggung, antara lain penyalahgunaan konsep kebebasan dan nilai-nilai kemanusiaannya,” ujar Isa.

Dia menegaskan kembali, risiko aksi biadab ini hanya akan meningkatkan keimanan dan keteguhan umat Islam pada nilai-nilai mereka yang selalu menyerukan perdamaian dan koeksistensi.

Mendukung pernyataan Parlemen Arab dan Liga Muslim Dunia, Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk () untuk Negara-Negara Teluk Arab, Dr. Naif Falah Mubarak Al-Hajraf juga mengutuk aksi pembakaran Al-Quran tersebut.

Dia memperingatkan, aksi tersebut akan mengobarkan dan memprovokasi umat Islam di seluruh dunia.

Ia juga menegaskan sikap tegas GCC yang menyerukan pentingnya menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan hidup berdampingan secara damai, serta menolak kebencian dan ekstremisme.

Sekjen GCC menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab dalam menghentikan tindakan yang tidak dapat diterima tersebut.

Sebelumnya, Kesultanan mengutuk keras aksi pembakaran Al-Quran oleh ekstremis di Swedia.

Dalam pernyataan resminya, Ahad (22/1), Kementerian Luar Negeri Oman menekankan perlunya upaya internasional untuk mengonsolidasikan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi, serta mengkriminalisasi semua tindakan yang mempromosikan ideologi kebencian dan menyinggung agama dan keyakinan.

Sementara Persatuan Kantor Berita OKI (UNA) di Jeddah Saudi mendesak otoritas Swedia untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap para pelaku kejahatan rasial ini.

UNA menyerukan peningkatan upaya internasional untuk mencegah terulangnya kembali tindakan tersebut.(T/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)