Laboratorium Utama Covid-19 di Gaza Rusak Akibat Serangan Israel

Laboratorium virus covid-19 utama di Gaza berhenti berfungsi karena kerusakan akibat serangan udara Israel (Foto: Mohammed Al-Hajjar/MEE)

Gaza, MINA – Jet Israel membom sebuah bangunan tempat tinggal di tengah Gaza pada Senin (17/5), menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan yang berdekatan, termasuk laboratorium virus Covid-19 Gaza, panti asuhan, sekolah menengah perempuan dan kantor Kementerian Kesehatan Palestina.

“Jika Kementerian Kesehatan tidak aman, maka tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza. Ini adalah kejahatan perang dan dunia tidak bisa tinggal diam,” kata Abu Hamed Abufoul, seorang saksi mata kepada Middle East Eye (MEE).

Ia mengatakan, Gedung Ghazi Al-Shwwa berlantai enam itu menjadi sasaran setidaknya tiga rudal, yang benar-benar menghancurkan lantai atas.

“Tidak ada yang aman di Jalur Gaza, tidak ada. Kami menjadi sasaran di rumah kami,” ujarnya.

“Saya membawa putra saya dan bergegas ke gedung Kementerian Kesehatan, tetapi serangan mencapai gedung dan empat orang, termasuk dua pekerja dari Kementerian Kesehatan terluka,” tambahnya.

Dr. Yousef Abu al-Rish, Wakil Menteri Kesehatan di Gaza mengatakan, layanan telemedicine yang disediakan oleh kementerian selama pandemi virus corona dihentikan setelah sejumlah dokter terluka.

“Menargetkan gedung Kementerian Kesehatan, Klinik Al-Remal, dan staf medis adalah kejahatan keji yang bertujuan mencegah Kementerian melanjutkan pekerjaan kemanusiaannya dalam menyelamatkan nyawa yang terluka dan memberikan perawatan kesehatan kepada warga,” katanya.

Yousef Abu Al-Rish mengatakan, komunitas internasional harus meminta pertanggungjawaban pendudukan atas kejahatan keji dan berkelanjutan terhadap personel medis dan institusi kesehatan”.

Akibat serangan itu, Klinik Al-Rimal, yang menampung satu-satunya laboratorium pengujian virus korona di Gaza berhenti bekerja, Menteri Kesehatan Yusuf Abu Rish melaporkan pada Senin (17/5) malam.

Sejak Israel melancarkan serangan militernya ke daerah Gaza yang terkepung pada 10 Mei, dua dokter Palestina, Ayman Abu Al-Ouf, kepala penyakit dalam di Rumah Sakit al-Shifa, dan Moeen al-Aloul, seorang ahli saraf, juga tewas.

Menurut laporan lokal, tidak ada peringatan sebelumnya tentang bangunan yang menjadi sasaran. Klinik Remal adalah salah satu yang paling terkemuka di daerah tersebut, yang menangani banyak pasien.

“Tidak ada yang aman di Jalur Gaza. Tidak ada. Kami menjadi sasaran di rumah kami. Anak-anak, wanita, dan orang tua dibom,” kata saksi mata itu. (T/R6/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)