Laporan: 219 Tahanan Palestina Meninggal di Penjara Israel

Ramallah, MINA – Berdasarkan wawancara dengan para direktur beberapa kelompok hak asasi manusia yang memperjuangkan hak-hak tahanan Palestina dan Arab, sekitar 219 tahanan Palestina meninggal dalam penahanan Israel sejak 1967.

Kelompok HAM mencatat, setidaknya 60 orang meninggal karena perawatan kesehatan yang tidak tepat, 78 sengaja dibunuh, 74 disiksa sampai mati dan tujuh ditembak hingga mati, demikian kantor berita Safa melaporkan pada Rabu (20/2).

Direktur Pertahanan Pusat Kebebasan dan Hak Sipil, Helmi Al-Araj mengatakan, ada 750 tahanan di dalam penjara Israel yang membutuhkan perawatan, termasuk 170 menderita penyakit serius, di antaranya 16 yang terkena kanker.

“Jumlah ini termasuk 87 tahanan pria dan wanita yang terluka setelah 2015, beberapa dari mereka ditembak dengan amunisi hidup setelah mereka ditangkap,” ujar Helmi Al-Araj kepada Safa.

Dikatakan bahwa para tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan selama investigasi, dan ini berlanjut sepanjang waktu di penjara melalui kelalaian medis yang disengaja.

Awal bulan ini, dua tahanan Palestina dinyatakan meninggal ketika berada di penjara-penjara Israel. Keduanya meninggal setelah menderita beberapa penyakit. Salah satunya, Fares Baroud yang menghabiskan 28 tahun di penjara. Beberapa hari sebelum kematiannya, dia memberi tahu keluarganya bahwa dia tidak mendapatkan perawatan medis yang mendesak.

Menurut Direktur Pusat Studi Tahanan Raafat Hamdouna, kebijakan Israel tentang kelalaian medis terdiri dari empat elemen: kurangnya pemeriksaan medis yang tepat, kurangnya obat-obatan yang tepat, kurangnya tes laboratorium, dan menunda operasi mendesak.

Hamdouna juga mengatakan, otoritas Israel mencegah Kementerian Kesehatan Palestina mengirimkan obat-obatan ke tahanan Palestina.

Menurut angka yang diberikan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, ada lebih dari 6.000 tahanan Palestina di 22 penjara Israel, termasuk 250 anak-anak di dalamnya. (T/Ais/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)