Laporan: Bahrain Meretas Ponsel Sembilan Aktivis dengan Spyware NSO

Manamah, MINA – Sebuah laporan baru mengungkapkan, pemerintah Bahrain menggunakan spyware pegasus buatan Israel untuk meretas telepon para aktivis di dalam dan luar negeri.

Peneliti yang berbasis di Kanada, Citizen Lab, mengkonfirmasi peretasan itu dalam laporan terbarunya yang berjudul “Dari Mutiara ke Pegasus”, dan mengatakan itu adalah pertama kalinya mereka menemukan Bahrain meretas telepon seseorang di luar Eropa.

Pemerintah itu menargetkan sembilan aktivis Bahrain dengan spyware Pegasus yang dibuat oleh NSO Group, demikian Middle East Eye melaporkan, Selasa (24/8).

Di antara para aktivis yang ditargetkan termasuk dua orang buangan yang tinggal di London, tiga anggota Waad, masyarakat politik sekuler, tiga anggota Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain dan anggota partai Al Wefaq.

Bulan lalu, sebuah kelompok investigasi yang dipimpin oleh LSM Forbidden Stories dan Amnesty International yang berbasis di Paris mengatakan, telah memperoleh daftar 50.000 nomor yang tampaknya terdiri dari target yang telah diidentifikasi oleh klien NSO yang ponsel mereka diretas dengan Pegasus.

Sasarannya termasuk para pemimpin dunia, aktivis hak asasi manusia, dan jurnalis.

Citizen Lab menemukan peretasan setelah menyerahkan nomor aktivis Bahrain ke Forbidden Stories, yang memeriksa silang dengan daftarnya.

Moosa Mohammed, seorang jurnalis foto dan aktivis yang berbasis di London, adalah salah satu nomor yang diincar oleh pemerintah Bahrain.

“Ketika saya melarikan diri dari penyiksaan dan penganiayaan di Bahrain, saya pikir saya akan menemukan keamanan di London, tetapi terus menghadapi pengawasan dan serangan fisik oleh rezim Teluk,” kata Mohammed, yang juga dikenal sebagai Moosa Abd.

“Alih-alih melindungi saya, pemerintah Inggris tetap diam sementara tiga sekutu dekat mereka – Israel, Bahrain dan UEA – berkonspirasi untuk menyerang privasi saya dan puluhan aktivis lainnya.”

Mohammed sebelumnya menjadi sasaran pemerintah Bahrain dan menuntut Finfisher, perusahaan pengawasan lain, karena memasok Manamah dengan spyware untuk meretas komputer pribadinya pada 2011.

“Kami hanya pernah melihat pemerintah Bahrain memata-matai di Bahrain dan Qatar; tidak pernah di Eropa,” kata Citizen Lab. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)