Laporan Khusus: Israel Tidak Miliki Pendekatan Strategis Terpadu Hadapi Tantangan

Tel Aviv, MINA – Sebuah laporan khusus menunjukkan, Israel tidak memiliki pendekatan strategis terpadu untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya.

Laporan yang dikeluarkan oleh Institut Studi Keamanan Nasional Israel menyebutkan, Tel Aviv gagal meningkatkan kemampuan keamanan, ekonomi, dan teknologinya. Quds Press melaporkan, Senin (24/1).

Laporan yang diserahkan kepada Presiden Israel Yitzhak Harzog, menempatkan proyek nuklir Iran sebagai tantangan teratas, kemudian kemungkinan perlawanan besar di Tepi Barat.

Laporan “Survei Strategis Israel 2022” juga menyebutkan, perang “Pedang Yerusalem” baru-baru ini memperingatkan “kurangnya solusi untuk konflik Israel- sebagai ancaman serius bagi identitas Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis.

Pada bagian lain disebutkan, terjadi erosi kepercayaan pada lembaga-lembaga Israel secara internal, yang merupakan ancaman nyata bagi ketahanan sosial dan keamanan nasional.

Laporan diterbitkan oleh Kan, sebuah saluran yang dekat dengan aparat militer Israel, memperingatkan, bahwa Pemerintah AS akhir-akhir ini tampaknya kurang bersedia untuk memperhatikan kepentingan dan keprihatinan Israel.

Disebutkan juga, pihak berwenang Israel agar segera menanggapi situasi kemanusiaan di Gaza, untuk menghindari eskalasi keamanan lebih besar lagi, dan mencegah Hamas mencapai lebih banyak kontrol militer dan politik, dengan Otoritas Palestina, partisipasi Mesir, elemen regional dan internasional.

Institut Studi Keamanan Nasional Universitas Negeri Tel Aviv mengeluarkan laporan keamanan strategis tahunan tentang situasi paling menonjol dari keamanan strategis pendudukan. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Ali Farkhan Tsani

Editor: Ismet Rauf

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.