Gaza, MINA – Sejak Sabtu, 1 Februari 2025, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam RS Indonesia di Gaza Utara kembali di buka
Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-7 turut berpartisipasi dalam pelayanan dengan menurunkan dua dokter spesialis dan satu perawat.
Ketua EMT MER-C ke-7, dr. Hadiki Habib dalam keterangan yang dibagikan MER-C pada Senin (3/2) menjelaskan, tim akan bekerja sesuai pembagian shift dengan staf medis Rumah Sakit.
“Penting untuk mendukung pelayanan ini, karena populasi di Gaza Utara meningkat cepat setelah check point di area Netzarim ditutup,” ujarnya.
Baca Juga: Yerusalem Pada Bulan Ramadhan: Pengusiran Massal dari Al-Aqsa
“Saat ini UGD RS Indonesia dapat melayani kasus-kasus trauma minor dan keluhan simtomatik. Pelayanan dapat diperluas apabila instalasi gas medis sentral rumah sakit sudah selesai diperbaiki,” tambahnya.
Ia berharap, dengan dibukanya kembali UGD RS Indonesia dapat membantu mengurangi kondisi UGD yang penuh sesak di RS Al-Awda, Gaza Utara.
“Tim EMT MER-C mendukung pelayanan UGD RS Indonesia bersama-sama dengan staf Rumab Sakit yang masih tersisa, dan dokter-dokter muda lokal yang menjadi relawan,” kata Hadiki.
Tim MER-C berhasil mencapai Gaza Utara pada Kamis (30/1), bersama dengan kembalinya warga Gaza Utara yang mengungsi akibat genosida Israel. []
Baca Juga: Toko Roti di Gaza Tutup karena Kekurangan Bahan Bakar Akibat Blokade Zionis
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: UNRWA Peringatkan Risiko Kesehatan: Sampah Menumpuk di Gaza