Lebanon Alami Krisis Ekonomi Terburuk Sejak Perang 1975

Washington, MINA – Grup Bank Dunia pada Selasa menyetujui paket bantuan senilai $ 246 juta untuk membantu 786.000 orang Lebanon, yang rentan terguncang di bawah krisis ekonomi terburuk negara itu dalam beberapa dekade dan pandemi virus Corona.

Lebanon, negara berpenduduk lebih dari enam juta, sedang bergulat dengan kemerosotan ekonomi terburuk sejak perang 1975-1990, Nahar Net melaporkan.

Wabah virus Corona yang meningkat telah memperparah krisis, memaksa bisnis tutup dan membuat setengah penduduk hidup dalam kemiskinan.

Proyek Bank Dunia akan memberikan bantuan tunai kepada 147.000 rumah tangga Lebanon yang sangat miskin (sekitar 786.000 individu) selama satu tahun, kata sebuah pernyataan.

“Rumah tangga yang memenuhi syarat akan menerima transfer bulanan 100.000 pound Lebanon ($ 65) per anggota rumah tangga, di samping jumlah tetap 200.000 pound Lebanon per rumah tangga,” katanya.

Ini juga akan memberi 87.000 anak-anak berusia antara 13-18 tahun tambahan uang tunai untuk menutupi biaya sekolah, termasuk biaya, buku teks dan transportasi, serta biaya seragam sekolah.

“Lebanon telah menghadapi krisis yang rumit dan belum pernah terjadi sebelumnya. Krisis ekonomi dan keuangan yang parah menyebabkan proyeksi penurunan PDB sebesar 19,2 persen pada tahun 2020, inflasi tiga digit dan proyeksi peningkatan kemiskinan menjadi 45 persen dan dalam kemiskinan ekstrem hingga 22 persen,” kata Bank Dunia.

Lebanon akan memberlakukan jam malam 24 jam selama 11 hari mulai Kamis (14/1), setelah infeksi harian melonjak sekitar 70 persen selama sepekan terakhir.

Lonjakan kasus baru termasuk yang paling tajam di dunia. (T/RI-1/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)