Beirut: Pejabat-Pejabat Pelabuhan Dikenakan Tahanan Rumah

Beirut, MINA – Duta Besar Indonesia di Lebanon Hajriyanto Thohari mengatakan, Lebanon telah mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Beirut dan memerintahkan penahanan rumah bagi para pejabat pelabuhan yang terlibat dalam penyimpanan bahan kimia yang mudah menguap dan mengakibatkan ledakan besar yang terjadi pada Selasa (4/8).

Kabinet mengambil keputusan itu ketika jumlah korban yang terluka naik menjadi 5.000 dan dengan cermat meneliti mengapa pihak berwenang mengizinkan 2.750 ton amonium nitrat disimpan di pelabuhan kota selama enam tahun.

Jumlah korban akibat ledakan itu terus bertambah. Hassan Hamad, Menteri Kesehatan Lebanon mengatakan 135 orang telah tewas dan 5.000 lainnya luka-luka dalam pernyataannya yang diberitakan oleh media lokal.

Gubernur Beirut Marwan Abboud mengatakan, ledakan juga mengakibatkan sekitar 300.000 orang telah kehilangan rumah.

“Sejauh ini beberapa negara yang menawarkan bantuan, AS, Iran, Perancis. Perancis sendiri akan mengirimkan pesawat berisi 2,5 ton sanitary equipment dan mobile clinic yang dapat merawat 500 korban luka,” ujar Hajriyanto melalui pesan singkat pada Rabu (5/8) malam.

Ledakan itu telah memberikan pukulan dahsyat bagi Lebanon yang tengah dilanda krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade. (R/R7/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

.