Lebih dari 800 Ribu Warga Rafah Mengungsi dalam Kondisi Sulit

Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wensland. (Photo: PBB)

New York, MINA – Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wensland, mengatakan bahwa 800.000 orang di Rafah mengungsi karena situasinya menjadi semakin menyedihkan dan berbahaya bagi penduduk yang sudah terkepung.

“Sejak pekan pertama bulan Mei ini, situasi keamanan di Rafah telah memburuk dengan cepat seiring dengan semakin intensifnya operasi militer Israel,” kata Wensland, dalam sesi Dewan Keamanan PBB mengenai perkembangan di Rafah, Senin (20/5) dikutip dari Palinfo.

Ia mengungkapkan, lebih dari 800.000 orang mengungsi dari Rafah ke daerah Al-Mawasi, Khan Yunis, dan Deir Al-Balah, di tengah serangan udara harian tentara Israel di Rafah, yang mengakibatkan kematian puluhan warga Palestina.

Baca Juga:  Empat Tentara Israel Tewas Tertimpa Bangunan di Rafah

“(Wilayah kemanusiaan) di Al-Mawasi tidak memiliki infrastruktur tempat tinggal, makanan, air dan sanitasi yang memadai,” tegas Wensland.

“Kekhawatiran mendalam bahwa cara yang dilakukan saat ini akan semakin melemahkan upaya yang bertujuan untuk memperluas masuknya dan distribusi barang-barang kemanusiaan yang aman kepada warga sipil yang putus asa,” katanya.

Dia menjelaskan, bantuan lebih banyak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar di Gaza, dan tidak ada alternatif lain selain pengoperasian penuh penyeberangan darat yang ada saat ini.

Pada saat yang sama, sejak tanggal 7 Oktober lalu, tentara pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, dengan dukungan Amerika dan Eropa, ketika pesawat-pesawatnya mengebom sekitar rumah sakit, gedung, menara, dan rumah warga sipil Palestina. , memusnahkan mereka di atas kepala penghuninya, dan mencegah masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Baca Juga:  Hamas Minta Jaminan AS Soal Gencatan Senjata Permanen

Agresi pendudukan yang terus berlanjut terhadap Gaza menyebabkan syahidnya 35.562 orang dan melukai 79.652 orang lainnya, selain itu sekitar 1,7 juta orang dari populasi Jalur Gaza harus mengungsi, menurut data PBB.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Habib Hizbullah

Editor: Widi Kusnadi