LEU MUI Jadi Solusi Kebangkitan Ekonomi Umat

Takalar, MINA – Kehadiran Lembaga Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (LEU MUI) menjadi solusi kebangkitan ekonomi umat, karena umat saat ini, hanya sebagai obyek bukan sebagai pelaku. Ekonomi dikuasai segelintir orang sehingga kesenjangan ekonomi semakin jauh.

Demikian pernyataan Pendiri LEU MUI, Sutrisno Lukito saat menghadiri sosialisasi program LEU di Islamic Centre Takalar, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Ahad (4/10).

Dia menyampaikan alasannya datang ke Takalar untuk mengajak umat di Sulawesi Selatan bersatu, bergerak memajukan ekonomi umat.

“Untuk tahap awal LEU memulai dengan membantu warung tradisional di daerah pedesaan, setelah warung tradisional kuat dan tumbuh baru LEU akan melangkah ke Industri pembinaan UMKM, pertanian, peternakan, dan kelautan,” jelasnya, demikian keterangan tertulis diterima MINA.

Sutrisno melanjutkan, LEU tidak menggunakan dana APBN/APBD. Sehingga, diharapkan lahir para pedagang yang memiliki sifat jujur, tanggung jawab, disiplin, dan kerja keras. Agar, pinjaman barang bisa dinaikkan jumlahnya, kesejahteraan meningkat juga fasilitas pinjaman bisa digunakan pemilik warung lainnya.

Selain itu, Daeng Ngunjung, seorang pengusaha grosir mengatakan, LEU solusi problem ekonomi yang dikuasai kartel/mafia sehingga menurutnya mereka para pelaku usaha tidak bisa maju dan berkembang.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar Sirajudin Saraba, mengatakan, kehadiran LEU bukan hanya membangkitkan ekonomi di ritel dan grosir, tapi juga memberikan solusi bagi kemajuan di sektor pertanian juga kelautan.

“Program LEU ini sangat mendukung program kerja Bupati Takalar, kami dari pemerintah sangat berterimakasih kepada Makmur Mustaqim Daeng Lewa yang sudah memfasilitasi kehadiran LEU MUI Pusat ke Takalar,” tuturnya.

Sosialisasi program LEU yang dihadiri kurang lebih 200 kordinator warung, yang terdiri dari bumdes dan koperasi. Kegiatan ini difasilitasi oleh Makmur Mustaqim Daeng Lewa, seorang politisi yang banting stir hijrah ke gerakan ekonomi umat. (R/Hju/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)