Tripoli, MINA – Libya tidak akan berpartisipasi dalam paris/">konferensi Paris tentang Libya jika negara pendudukan Israel hadir, Juru Bicara Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) Mohamed Hammouda mengumumkan awal pekan ini.
“Pemerintah bersama semua warga Libya teguh dalam posisinya berkomitmen untuk perjuangan Palestina,” The Libyan Observer melaporkan, demikian dikutip dari MEMO Ahad (7/11).
Prancis menjadwalkan konperensi tersebut akan diadakan tanggal 12 Nopember.
Dia mengatakan, belum pasti apakah Prancis mengundang Israel untuk menghadiri konferensi tersebut, tetapi jika laporan berita tentang undangan itu dikonfirmasi, Libya tidak akan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
Baca Juga: Rusia Kutuk Ancaman Trump yang Akan Serang Iran
Pernyataan Libya ini ini dikeluarkan, hanya satu hari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan negaranya tidak akan menghadiri konferensi tersebut jika Yunani, Israel atau pemerintah Siprus Yunani hadir.
“Kami tidak dapat menghadiri paris/">konferensi Paris di mana Yunani, Israel, dan pemerintah Siprus Yunani berpartisipasi, kami memberi tahu dia (Presiden Perancis Macron). Ini adalah sikap kami,” kata Erdogan kepada wartawan sekembalinya dari KTT.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengumumkan September lalu negaranya akan menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang Libya pada 12 November. (T/R7/P1)
Baca Juga: WNI di Kenya Rayakan Idul Fitri dengan Kebersamaan dan Tradisi Nusantara
Mi’raj News Agency (MINA)