LIEBERMAN PROTES LARANGAN DISTRIBUSI CHARLIE HEBDO

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman bersama puluhan pendukung partainya, protes larangan distribusi majalah Charlie Hebdo di Tel Aviv, 5 Februari 2015. (Foto: File Ynet News/Motti Kimchi)
Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman bersama puluhan pendukung partainya, protes larangan distribusi majalah Charlie Hebdo di Tel Aviv, 5 Februari 2015. (Foto: File Ynet News/Motti Kimchi)

Tel Aviv, 16 Rabi’ul Awwal 1436/6 Februari 2015 (MINA) –  Avigdor Lieberman, pimpinan partai sayap kanan Yisrael Bytenu yang juga Menteri Luar Negeri Israel,  bersama puluhan pendukung partai itu, berkumpul di Tel Aviv, Kamis (5/2), memprotes larangan distribusi majalah kontroversial Perancis Charlie Hebdo kepada partainya.

“Saya menyesali kami dipaksa melestarikan kebebasan berekspresi di negara Israel dengan cara ini,” kata Lieberman dalam protes seperti dikutip harian Israel Yedioth Ahronoth.

Komite Pemilihan Pusat Israel melarang partai membagikan salinan majalah satir yang terbit di Paris itu, Anadolu Agency melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Lieberman dan sekitar dua lusin pendukung Partai Yisrael Beytenu berkumpul di Tel Aviv sambil mengangkat kartun yang mengejek nabi umat Islam sebagai tindakan protes terhadap larangan tersebut

Israel sedang diramaikan oleh kampanye partai-partai menghadapi pemilihan umum bulan Maret mendatang.

Pada 14 Januari, Charlie Hebdo menerbitkan edisi khusus yang cover depannya memuat kartun penggambaran Nabi Muhammad.

Komite Pemilihan Pusat Israel pada Rabu mengeluarkan dekrit terhadap rencana pihak Lieberman yang berniat mendistribusikan salinan majalah, setelah pihak Arab mengajukan keluhan terhadap langkah yang direncanakan itu.

Anggota parlemen Arab Ahmad Tibi yang merupakan salah satu penandatangan keluhan itu mengatakan, keputusan komite adalah “kemenangan”.

“Ini adalah preseden hukum dan kemenangan besar bagi kami melawan ekstremisme,” kata Tibi kepada Anadolu Agency. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0