Liga Arab Desak Komunitas Internasional Aktif Bela Al-Quds 

Kairo, MINA – Liga Arab pada hari Ahad (2/6) memperingatkan tentang bahaya atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh pemukim ekstrimis Yahudi di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel, yang terjai beberapa jam sebelumnya, Ahad pagi.

Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab untuk Palestina dan wilayah Arab yang diduduki, Said Abu Ali, mengatakan dalam sebuah pernyataan, penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh 1.200 pemukim ekstrimis Yahudi, di bawah perlindungan berat pasukan pendudukan Israel, adalah eskalasi baru

Liga Arab yang bermarkas di Kairo, menuntut komunitas internasional dan organisasi PBB terkait untuk mengakhiri ketidakeduliannya dan segera bergerak serta memikul tanggung jawab secara hukum dan moral mereka terhadap Kota Al-Quds (Yerusalem) dan situs-situs sucinya.

Organisasi pan-Arab itu juga mendesak masyarakat internasional  mengambil langkah-langkah praktis yang akan memaksa Israel dapat mematuhi hukum dan resolusi legitimasi internasional sebelum terlambat.

“Ini mengungkapkan bahwa niat otoritas pendudukan Israel untuk Yahudisasi kota Al-Quds dan rencananya untuk memaksakan realitas baru di tanah para nabi itu,” tegasnya.

Abu Ali memperingatkan konsekuensi dari tindakan “otoritas Israel dan pemukim Yahudi”, yang ia tekankan merugikan perasaan sekitar 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia, karena menunjukkan bahwa otoritas pendudukan sedang merencanakan dan mendorong ke arah pertumpahan darah baru di Al-Aqsa.

Sebelumnya Ahad pagi, sejumlah jamaah Muslim Palestina terluka oleh petugas polisi Israel yang mengawal puluhan ekstrimis Yahudi untuk memungkinkan mereka melakukan tur provokatif di dalam Masjid Al-Aqsa suci di Yerusalem Timur yang diduduki.

Sekitar 400 orang ekstrimis Yahudi yang dipimpin oleh Ehuda Glick, seorang rabi garis keras dan anggota parlemen Israel, memasuki kompleks Al-Aqsha.

Petugas polisi bentrok dengan para ummat Islam yang lagi beribadah yang meneriakkan takbir untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas tindakan pemukim esktrimis Yahudi itu.(T/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)