Liga Arab Kutuk Pernyataan PM Netanyahu terkait Upaya Penggalian Al-Aqsha

Kairo, 24 Muharram 1438/25 Oktober 2016 (MINA) – Liga Arab pada Senin (24/10) mengecam pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan ia secara pribadi akan terjun langsung dalam proses penggalian area di bawah Masjid Al-Aqsha di Al-Quds Timur (Yerusalem Timur).

Dalam keterangan pers sehari sebelumnya, Netanyahu menyatakan secara pribadi akan terlibat dalam pemindahan tanah dari dasar Masjid Al-Aqsha pekan ini. Pemimpin Israel itu bahkan menyerukan komunitas Yahudi untuk bergabung dengannya, demikian Anadolu Agency melaporkannya yang dikutip MINA.

“Seruan Netanyahu untuk kejahatan terhadap Al-Aqsha tersebut menegaskan percepatan skema sistematis Israel, dan menandakan keruntuhan Masjid Al-Aqsha,” kata Abu Ali, asisten sekretaris jenderal dan kepala sektor wilayah Palestina dan Arab yang diduduki di Liga Arab, dalam sebuah pernyataan, Senin (24/10).

Abu Ali mengatakan, komentar Netanyahu datang di tengah aksi penyerbuan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap Pemakaman Bab Al-Rahma, situs pemakaman bersejarah bagi umat Islam, yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsha, dan menghancurkan kuburan di dalamnya.

“Itu menggambarkan kelanjutan serangan sistematis Israel terhadap monumen, situs, dan pemakan Islam,” tegasnya.

Ia melihat sikap Netanyahu sebagai reaksi terhadap dua keputusan yang disetujui oleh UNESCO atas Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha, yang mengamanatkan pelestarian warisan budaya Palestina dan karakter unggulan di Al-Quds serta mengakui seluruh kompleks Masjid Al-Aqsha (Haram al-Sharif) sebagai situs suci Islam yang didedikasikan untuk ibadah.

Pada 18 Oktober lalu, Dewan Eksekutif UNESCO secara resmi mengadopsi sebuah resolusi yang menyangkal atau menolak hubungan (pertalian) Yahudi dengan kompleks Masjid Al-Aqsha di Al-Quds.

Resolusi itu juga menyerukan Israel untuk memulihkan atau memperbaiki ‘status quo bersejarah’ yang berlaku hingga September 2000.

Para pejabat Liga Arab menuduh Israel tengah mencoba untuk meledakkan situasi dan memicu perang agama di wilayah tersebut, yang dipandang akan mempromosikan terorisme, ekstremisme, dan mengancam perdamaian dan keamanan di dunia.

Abu Ali menegaskan, segala kegiatan penggalian di Masjid Al-Aqsha akan mengancam fondasi dan menandakan keruntuhan situs suci Islam tersebut. Ia menyebut aksi tersebut sebagai kejahatan keji terhadap semua orang Arab, Muslim, dan dunia.

Karena itu ia meminta UNESCO dan organisasi internasional terkait, terutama Dewan Keamanan PBB, untuk menerapkan resolusi dan menghentikan agresi pejabat Israel di tempat-tempat suci, dan memberikan perlindungan yang diperlukan.

Abu Ali menyebut sikap masyarakat internasional yang diam atas masalah ini telah mendorong penjajah Israel berani melakukan kejahatannya secara terang-terangan. (T/P022/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)