Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Likud, Partai Berkuasa Israel Bermaksud Caplok Tepi Barat

Zaenal Muttaqin - Senin, 1 Januari 2018 - 22:17 WIB

Senin, 1 Januari 2018 - 22:17 WIB

99 Views

Yerusalem, MINA – Komite sentral Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih sebuah resolusi yang mendesak parlemen untuk secepatnya mencaplok Tepi Barat Palestina yang diduduki.

Pemungutan suara yang tidak mengikat oleh komite pengambil keputusan partai itu meminta anggota parlemennya di Knesset untuk meluaskan kedaulatan Israel atas Yudea dan Samaria (Tepi Barat).

Netanyahu, seperti yang disiarkan News 24 pada hari Senin (1/1), merupakan anggota komite pusat yang tidak hadir untuk pemungutan suara tetsebut.

Perdana Menteri mengatakan, dia masih mendukung solusi dua negara dengan Palestina, meskipun dia juga telah mendorong perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat, yang telah berada di bawah pendudukan Israel selama 50 tahun.

Baca Juga: Zionis Israel Kembali Serang RS Nasser di Khan Younis, Pimpinan Pejuang Palestina Syahid

Pada bulan Oktober, Netanyahu memutuskan untuk menunda sebuah pemungutan suara atas sebuah RUU yang kontroversial yang menurut para kritikus dianggap berisi sejumlah aneksasi secara de facto terhadap permukiman Israel di sekitar Yerusalem.

RUU tersebut diperkirakan akan dipilih oleh sebuah komite menteri dalam sebuah langkah yang akan mempercepat kemajuannya melalui parlemen.

Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur, dalam Perang Enam Hari 1967. Kemudian menganeksasi Yerusalem timur dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Israel juga menginginkan menguasai seluruh kota Yerusalem sebagai ibu kota yang tak dapat dibagi. Sementara Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Baca Juga: Israel Serang Kantor Palang Merah Internasional di Rafah, Sebut Salah Identifikasi

Permukiman Israel merupakan ilegal menurut hukum internasional dan dipandang luas sebagai hambatan utama bagi perdamaian.

Lebih dari 600.000 pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan mencaplok Yerusalem timur di antara 2,9 juta orang Palestina, sehingga sering terjadi kekerasan.

Komite sentral Likud memiliki sekitar 3.700 anggota. Menurut media Israel, sekitar 1.500 orang hadir untuk pemilihan yang dilaksana pada hari Ahad (31/12) itu. (T/B05/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Iran Sebut Israel Lakukan ‘Pembantaian Anak Terbesar’, AS Terlibat

Rekomendasi untuk Anda