Lima Konspirasi Menghancurkan Ummat Islam (Oleh: Yakhsyallah Mansur)

Konspirasi Dalam Al-Quran

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:


وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ  /الانفال (٨):٧٣

 

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”. (QS. Al-Anfal [8]: 73)

Imam Jalaluddin As-Suyuthi meriwayatkan sebab turunnya ayat ini berdasarkan riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Yasir dan Abu Syaikh dari Sudi dari Abu Malik berkata: “Seorang laki-laki bertanya, apakah kami mewariskan harta kami kepada anggota keluarga yang musyrik?” Maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa orang-orang kafir selalu saling membantu sesamanya dan apabila kamu Muslimin tidak saling membantu di antara kalian seperti halnya yang dilakukan orang-orang kafir, maka pasti akan terjadi kekacauan dan kerusakan yang besar di muka bumi.  Oleh karena itu, kamu, Muslimin dilarang menyerahkan harta waris kepada orang kafir.

Ayat ini walaupun sebab turunnya tentang masalah waris, tetapi para ulama sepakat, maksud dari ayat tersebut berlaku umum yakni, apabila ummat Islam tidak menjalin kasih sayang di antara mereka seperti yang dilakukan orang-orang kafir, pasti akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi.

Imam Al-Qurthubi (w. 671 H) ketika menafsirkan ayat ini menyatakan bahwa melalui ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memutus “wilayah”antara orang kafir dengan orang beriman. Arti “Al-Wilayah (الولاية ) menurut Ar-Raghib Al-Asfihani  (w. 502 H) mempunyai beberapa arti, antara lain: kedekatan, pertolongan, bantuan, pemimpin, persahabatan dan lainnya.

Pada ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan, bahwa orang-kafir sebagiannya menjadi pelindung bagi yang lain dan mereka saling tolong-menolong dalam memerangi kaum Muslimin. Meskipun mereka berkelompok-kelompok dan saling memerangi di antara mereka sendiri, tetapi ketika menghadapi kaum Muslimin, mereka akan bersatu-padu dan saling tolong-menolong.

Ketika ayat ini diturunkan, di Hijaz hanya terdapat kaum Musyrikin dan kaum Yahudi. Kedua kelompok ini saling melindungi dan tolong-menolong memerangi kekuatan kaum Muslimin yang baru tumbuh.

Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala  mengingatkan, apakah kaum Muslimin tidak mengerjakan apa yang disyariatkan Allah, yaitu saling melindungi dan saling membantu di antara kaum Muslimin dalam menghadapi kaum Kafir yang saling membantu di antara mereka, agar tidak terjadi kekacauan di muka bumi.

Konspirasi Musuh Islam

Dalam pengertian sosialogis, konspirasi adalah kesepakatan dan kerjasama antar beberapa orang atau kelompok dengan tujuan yang buruk terhadap pihak lain.

Allah telah menegaskan bahwa orang-orang di luar Islam akan selalu melakukan berbagai tindakan jahat terhadap kaum Muslimin. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam Al-Quran di beberapa ayat antara lain:

 

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ /البقرة (٢) ١٢٠

 

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. Al-Baqarah [2]: 120)

 

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ / البقرة (٢) ٢١٧

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah [2]: 217)

مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ  / ال عمرن (٣) ٢١٧ 

“Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. (QS. Ali Imran [3]: 117)

 لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ  /المائدة (٥) ٨٢

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri”. (QS. Al-Maidah [5]: 82)

Dalam realitanya, kedekatan orang Nasrani dengan orang Islam tidak berlaku untuk segala zaman. Pada ayat ini, Allah menggunakan kata مَوَدَّةْ (mawaddah) untuk menggambarkan kedekatan orang Nasrani dengan orang Islam.

Menurut Al-Asfihani, kata “mawaddah” ini pada asalnya digunakan untuk menggambarkan rasa cinta karena adanya kepentingan atau maksud tertentu karena ingin mendapatkan seuatu dari orang yang dicintainya. Ketika kepentingan itu tidak ada atau ia sudah tidak lagi mendapatkan apa yang ia inginkan, maka cinta itu akan hilang.

Inilah yang terlihat saat ini, seperti yang ditulis oleh Prof. Dr. Hamka dalam tafsir Al-Azhar. “Di zaman sekarang ini, Yahudi dan Nasrani bersatu padu memusuhi Islam. Permusuhan yang ditimpakan oleh dunia Nasrani kepada dunia Islam sejak Perang Salib dahulu hingga seterusnya bukan mengendur, tapi bahkan kian menghebat.  Bahkan sampai saat ini, negeri-negeri Nasrani di bawah pimpinan Paus Paulus VI memutuskan memberi ampunan dosa terhadap orang Yahudi yang selama ribuan tahun menjadi musuh bebuyutan mereka. Mengapa Yahudi menjadi musuh Nasrani? Itu karena Yahudi menuduh Nabi Isa Al-Masih (tuhan mereka) sebagai anak yang dihasilkan dari hubungan di luar nikah. Akan tetapi, demi merebut tanah Palestina dari ummat Islam, mereka bersatu padu memerangi ummat Islam“.

Begitu juga ketika kaum Muslimin Kashmir berjuang untuk mendapatkan nasib sendiri, Negara India dengan bantuan Inggris dan dukungan Amerika Serikat (AS) tidak mau mengabulkan permintaan rakyat Kashmir untuk mendapatkan kemerdekaan di tanah air mereka sendiri.

Inggris dan AS yang notabene beragama Kristen (Nasrani) walaupun secara akidah lebih dekat kepada rakyat Kashmir yang beragama Islam, ternyata mereka justru menyokong India yang menyembah berhala (juz 8 h.74).

Konspirasi orang Kafir terhadap kaum Muslimin telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak permulaan Islam. Berikut ini, penulis akan menjabarkan beberapa contoh konspirasi orang Kafir terhadap orang Islam dari masa ke masa.

(bersambung)

(A/P2/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)