Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima Peneliti BRIN Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 17 Juli 2025 - 00:51 WIB

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:51 WIB

17 Views ㅤ

BRIN kembali mencatat sejarah penting dalam dunia ilmu pengetahuan Indonesia dengan mengukuhkan lima Peneliti Ahli Utama sebagai Profesor Riset (Foto: Humas BRIN)

JAKARTA, MINA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mencatatkan sejarah penting dalam dunia ilmu pengetahuan Indonesia dengan mengukuhkan lima Peneliti Ahli Utama sebagai Profesor Riset. Kelima ilmuwan tersebut adalah: A. Arivin Rivaie, Djunijanti Peggie, Woro Riyadina, Parwati, dan Aris Mukimin, yang telah menunjukkan dedikasi tinggi di bidang kepakaran masing-masing.

Dalam acara pengukuhan yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (16/7), para peneliti menyampaikan orasi ilmiah yang mencerminkan hasil riset strategis dan aplikatif demi menjawab berbagai tantangan nasional, mulai dari krisis pangan, lingkungan, hingga kesehatan masyarakat.

A. Arivin Rivaie dari Pusat Riset Tanaman Pangan memaparkan potensi pemanfaatan lahan kering masam seluas 7,36 juta hektare di Indonesia melalui teknologi fosfo-kompos. Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Akselerasi Inovasi Teknologi Fosfo-kompos dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan Kering Masam.

“Teknologi fosfo-kompos dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Arivin.

Baca Juga: Pasca Aksi Demo, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Jakarta Ditutup

Djunijanti Peggie dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi mengangkat pentingnya konservasi kupu-kupu Indonesia yang memiliki tingkat endemisitas tertinggi di dunia, dengan sekitar 650 spesies endemik.

Dalam orasinya berjudul Biodiversitas, Konservasi, dan Akselerasi Pengetahuan Kupu-kupu Indonesia, ia menyampaikan enam pencapaian utama riset kupu-kupu, termasuk penemuan spesies baru dan pengembangan aplikasi seluler Kupunesia untuk mendukung pelibatan masyarakat.

“Strategi sains warga berbasis teknologi ponsel merupakan terobosan untuk mempercepat pendataan dan konservasi spesies kupu-kupu Indonesia,” katanya.

Peneliti epidemiologi PTM, Woro Riyadina dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, menyampaikan pendekatan baru berbasis model biopsikososial untuk prediksi dan pencegahan stroke di Indonesia.

Baca Juga: AS Keluarkan Peringatan Keamanan bagi Warganya di Indonesia

Orasinya berjudul Model Prediksi dengan Pendekatan Biopsikososial dalam Menurunkan Risiko Stroke di Indonesia mengungkap bahwa intervensi terhadap faktor hipertensi, stres, dan aktivitas fisik dapat mencegah 77 persen kasus stroke.

“Pendekatan komprehensif ini bukan hanya melihat aspek biologis, tapi juga psikologis dan sosial budaya masyarakat,” terang Woro.

Parwati dari Pusat Riset Geoinformatika menekankan pentingnya teknologi penginderaan jauh dalam mengelola kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam orasinya yang berjudul Smart Monitoring Berbasis Teknologi Satelit Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia, ia menyatakan bahwa model satelit yang dikembangkan timnya mampu bekerja di semua tahapan bencana.

Baca Juga: Sabtu Pagi, Akses Tol Dalam Kota Jakarta Masih Ditutup Usai Aksi Demonstrasi

“Integrasi kecerdasan buatan dan sensor generasi baru akan membuat sistem ini semakin akurat dan efisien,” katanya.

Aris Mukimin dari Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih memperkenalkan teknologi elektrokimia sebagai solusi pengolahan air limbah industri, termasuk limbah yang sulit terurai seperti zat warna dan antibiotik.

Melalui orasinya Aplikasi Teknologi Elektrokimia untuk Peningkatan Pengolahan Air Limbah Industri, ia menekankan pentingnya penerapan teknologi ini agar industri patuh terhadap regulasi dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

“Teknologi ini dapat menjadi alternatif efektif bagi industri yang mengalami kendala dalam pengolahan limbahnya,” jelas Aris.

Baca Juga: Tim Advance RSIA Indonesia Tiba di Jakarta Usai Tuntaskan Misi di Kairo dan Amman

Pengukuhan kelima peneliti ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran BRIN dalam mendukung riset strategis nasional, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi berbasis ilmu pengetahuan mampu memberikan solusi nyata untuk Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: BMKG: Hujan Ringan Diprakirakan Turun Sabtu Ini

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Pendidikan dan IPTEK
Pendidikan dan IPTEK