Lima Tentara Pendudukan Tewas di Lubang Jebakan

Gambar tangkapan layar ketika tentara masuk lubang jebakan dan diledakkan (Foto: Istimewa)

Gaza, MINA – Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, pada Kamis (16/11) menerbitkan sebuah klip video yang mendokumentasikan momen ketika pasukan militer dari tentara pendudukan dipancing untuk membuka salah satu lubang jebakan di Beit Hanoun, utara Gaza dan meledakkannya sehingga menewaskan lima tentara tersebut.

Al-Qassam mengatakan, pejuangnya membom salah satu lubang jebakan di dekat Masjid Al-Nasr di Beit Hanoun, dan pasukan dari korps teknik pendudukan dipancing mendekat dan meledakkannya segera setelah pasukan itu mendekati kamera pengintai.

“Musuh mengakui bahwa lima tentaranya, termasuk seorang perwira, tewas dalam operasi tersebut,” kata pernyataan Al-Qasam yang dikutip Quds Press.

Video tersebut menunjukkan, setidaknya empat tentara dari tentara pendudukan, dipimpin oleh seorang tentara mencari tempat tersebut sebelum mendekati lensa kamera dan menyentuhnya.

Baca Juga:  Sedikitnya 30 Rohingya Tewas dalam Konflik Junta vs Militan di Myanmar

Al-Qassam mengungkapkan dalam video itu, bahwa operasi tersebut dilakukan pada tanggal 10 November lalu.

Sebelumnya Al-Qassam telah mengumumkan, telah berhasil merusak 33 kendaraan lapis baja musuh selama 48 jam terakhir.

Hal itu menunjukkan, para pejuangnya membunuh pasukan Zionis yang bersembunyi di sebuah bangunan di Beit Hanoun dengan 12 peluru anti-tank (Yassin TBG), yang menyebabkan kehancuran total bangunan tersebut dan runtuhnya bangunan menimbun pasukan pendudukan yang ditargetkan, sehingga tewas dan luka-luka.

Al-Qasam melanjutkan, sejak pagi ini, mujahidinnya telah mampu menghancurkan sebuah rumah di mana tentara pendudukan dibarikade, menyebabkan mereka tewas dan terluka, dan menghancurkan seluruh atau sebagian kendaraan Zionis di seluruh wilayah serangan ke Jalur Gaza.

Baca Juga:  ‘Palestine Drinks’ Minuman Pengganti Coca Cola dan Pepsi Makin Populer

Pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza selama 41 hari berturut-turut, dengan dukungan Amerika Serikat dan tentara bayaran, ketika pesawat-pesawat Israel mengebom sekitar rumah sakit, gedung, menara dan rumah-rumah warga sipil Palestina, menghancurkannya di atas kepala penghuninya.

Israel juga mencegah masuknya air, makanan, dan bahan bakar, yang menyebabkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 11.500 orang yang mati syahid. Di antara mereka terdapat lebih dari 8.000 anak-anak dan wanita serta 29.000 warga Palestina yang terluka. (T/B04/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)