Khartoum.jpg" alt="" width="1136" height="790" />
Khartoum, MINA – Pemerintah Sudan, melalui Komite Tinggi Gawat Darurat Kesehatan, memutuskan memperpanjang dan memperketat prosedur lockdown khususnya untuk Provinsi Khartoum selama 10 hari ke depan mulai Sabtu besok (9/5).
Disamping itu ditetapkan memperpanjang masa PSBB selama dua minggu untuk kota dan provinsi lainnya di seluruh Sudan.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Anggota Majelis Transisi dan Wakil Komite Tinggi Gawat Darurat Kesehatan Penanganan COVID-19 Prof. Sidik Taaur, Jum’at (8/5) sore, dalam konferensi pers di Khartoum.
Baca Juga: Uni Afrika: Pemerintahan Paralel di Sudan Ancam Pecah Belah Negara
Sementara dari grafik penyebaran Covid-19 secara nasional Kementerian Kesehatan Sudan mencatat hingga kemaren Kamis (7/9) sore, terjadi penyebaran Positif Covid-19 di Provinsi Khartoum cukup significan, dan merupakan kasus terbanyak secara nasional dengan jumlah keseluruhan 794 orang,
Secara nasional hingga kemaren (7/9) dinyatakan positif sebanyak 930 orang, 92 sembuh, 52 lainnya wafat yang tersebar di 15 provinsi dari 18 provinsi di Sudan.
Penyebaran Covid-19 di seluruh Sudan sampai saat ini mencapai 15 provinsi, dengan grafik penyebaran terbanyak di Khartoum , Gezira, Kordofan Utara, Qadarif dan Sennar
Pemerintah Sudan telah mengeluarkan keputusan menerapkan lockdown total di seluruh Khartoum, sejak Sabtu (18/4) selama tiga pekan atau berakhir pada Sabtu besok (9/5), namun telah dierpanjang untuk 10 hari ke depan.
Baca Juga: Linda Yuliana, WNI Asal Majalengka Terancam Hukuman Mati di Ethiophia
Namun masih memperbolehkan warga untuk sekedar membeli kebutuhan harian atau keperluan mendesak lainnya dengan waktu jeda tujuh jam dari pukul 06:00 pagi hingga 13:00 siang setiap harinya. (L/B02/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Yaman-Djibouti, 180 Orang Hilang