LPB MUI Terjunkan Tim Relawan Bencana di Tanah Air

Jakarta, MINA – Lembaga Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LPB-MUI) menerjunkan tim relawan ke berbagai daerah bencana di Tanah Air. Tim MUI ikut dalam penanggulangan longsor di Sumedang, Jawa Barat, gempa Sulawesi Barat, banjir Kalsel dan lainnya.

“Langkah MUI ini dilakukan untuk penanganan korban bencana dengan berbagai kegiatan, yang dilakukan pihak yang mempunyai kemampuan khusus, misalnya soal penanganan kesehatan dan sebagainya,” kata

“LPB MUI juga sudah memberikan bantuan dan dukungan, serta himbauan dan masukan pada pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya bencana,” kata Ketua LPB MUI Jafar Hafsah dalam konferensi pers, Rabu (24/2).

Jafar mengatakan, MUI juga berkoordinasi dengan berbagai organisasi Islam yang memiliki kemampuan penanggulangan bencana.

“LPB MUI sudah mempunyai jaringan relawan yang bersertifikat, dan mereka bisa diajak bekerja sama saat diperlukan menghadapi penanggulangan bencana,” ujar Jafar.

Dalam rangka mengantisipasi bencana, LPB MUI  memberikan pelayanan ke Pemerintah dan masyarakat. Misalnya, memberikan masukan pada pemerintah daerah dalam upaya pencegahan bencana.

“Selama terjadinya bencana, serta langkah pasca bencana, termasuk fatwa serta edukasi dari sisi keagamaan,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, bahwa ada ribuan pengungsi korban banjir yang perlu mendapatkan perhatian khusus, apalagi saat ini masih ada Pandemi Covid-19.

“Ingat selalu menggunakan masker, dan tidak lupa cuci tangan dan jaga jarak. Serta tak lupa berolah raga, istirahat yang cukup, dan makan yang halal. Tambah satu sempurna jangan lupa doa dan tawakal,” ujarnya.

Menurutnya, ini merupakan ikhtiar yang dapat dilakukan dan diberikan secara gratis oleh Allah SWT. “Tolong kedepan, semua pihak dapat ikut mensosialisasikan vaksin Covid-19, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dalam situasi Covid-19, Amirsyah berharap, semua pihak dapat saling bekerja sama untuk membantu korban bencana yang berada di berbagai lokasi pengungsian.

“Disisi lain, penyerapan air ke tanah, tidak terjadi dengan cepat. semoga Allah memberikan keselamatan dan memberikan kita semua hal yang lebih baik,” kata Amirsyah. (L/R4/RI-1)

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)