LPPM Uhamka dan Lazismu Gelar Webinar Literasi Komunikasi di Masa Pandemi

Jakarta MINA – Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UHAMKA (LPPM Uhamka) bekerjasama dengan Lazismu Kebayoran Baru dan Majelis Kader PCM Kebayoran baru melaksanakan Webinar dengan tema “Literasi Komunikasi dalam Penggunaan Sosial Media Sebagai Pembelajaran Inovatif di Masa Pandemi”

Dalam rilis yang diterima MINA, Rabu (21/7), dijelaskan, webinar dilaksanakan  melalui virtual zoom,  dihadiri sekitar 85 orang siswa dan mahasiswa penerima beasiswa binaan Lazismu Kebayoran Baru, orang tua serta guru dan kepala sekolah.

Webinar tersebut menghadirkan narasumber Dr. H. Syaiful Rohim M.Si, seorang akademisi sekaligus pakar komunikasi dari FISIP UHAMKA, dengan topik yang dibicarakan yakni “Literasi Komunikasi Dalam Penggunaan Sosial Media Sebagai Pembelajaran Inovatif di Masa Pandemi”.

Pembicara selanjutnya Zulfahmi Yasir Yunan, S.Sos.I.,M.IP yang juga dosen dan akademisi di unversitas HAMKA Jakarta yang juga Ketua Majelis Kader PCM Kebayoran Baru dengan topik “Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Di Era Pandemi”.

Kedua pembicara membahas bagaimana pentingnya pada masa pandemi, semua orang dapat memenuhi keperluan apapun termasuk dalam bidang pendidikan para pengajar (guru/dosen) mencari cara atau aplikasi yang efektif untuk pembelajaran daring.

Media daring tidak lepas dalam teknologi, teknologi mempermudah dan menjadi sarana pendukung dalam pembelajaran. Media pembelajaran daring diantaranya yaitu Google Classroom, G-Meet, Zoom & E-Learning.

Di lain pihak Indonesia merupakan salah satu negara pengakses internet terbanyak di dunia, dan berjumlah 244 juta orang.

Media sosial yang sering diakses diantaranya yaitu Youtube, Whatsapp, Facebook, Twitter dan Instagram. Dan di media sosial tersebut terdapat banyak sekali informasi yang disebarkan.

Dalam hal ini yang harus dilakukan yaitu melakukan adaptasi dan menyaring hal/sisi postif penggunaan sosial media. Di dalam media sosial terdapat juga hoaks & konten menyesatkan.

Pemedsos diharapkan menelaah terlebih dahulu saat menerima informasi/konten.

Demikian yang diungkapkan pembicara lainnya yang juga hadir pada acara tersebut Deni Wahyudi Kurniawan.

Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, Syaiful Rohim mengungkapkan bahwa audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut multimedia.

Contohnya dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.(R/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)