Macron Jadi Presiden Pertama Perancis yang Kunjungi Kenya

Kenya, MINA – Presiden Perancis Emmanuel Macron menjadi orang nomor satu di Negeri Menara Eiffel yang pertama mengunjungi Kenya sejak negara Afrika itu merdeka. Kedatangannya disambut oleh Presiden Kenya Uhuru Kenyatta di State House Nairobi.

“Saya sangat senang dan bangga bisa berada di sini bersama Anda dan delegasi. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kenya dalam berbagai isu, termasuk keamanan, antiterorisme, dan agenda regional,” ujar Macron saat konferensi pers bersama dengan Kenyatta di Nairobi, Rabu (13/3).

Kedua presiden juga menandatangani perjanjian bilateral untuk meningkatkan hubungan antar negara mereka, demikian Anadolu Agency melaporkan, Kamis (14/3).

“Kami ingin menjalin kemitraan baru dalam perekonomian dan kami baru saja menandatangani perjanjian. Besok pagi kami akan menandatangani serangkaian perjanjian baru untuk mengembangkan kemitraan publik dan swasta,” jelasnya.

Sementara itu, Kenyatta mengatakan bahwa Prancis akan membangun jalur kereta yang menghubungkan bandara terbesar Kenya dengan Capital Central Business District.

“Sistem kereta perkotaan yang berfungsi dengan baik dan Bus Rapid Transit System (BRT) di kota-kota kami, dan khususnya di Nairobi, akan mengubah kehidupan jutaan penduduk kota, serta menjadikan Nairobi sebagai pengalaman yang luar biasa bagi para wisatawan,” katanya.

Macron dan Kenyatta akan membuka sesi Majelis Lingkungan PBB tingkat tinggi pada Kamis. (T/R03)

Mi’raj News Agency (MINA)