Seoul, MINA — Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kepada negara-negara di dunia agar tidak tunduk pada dominasi Amerika Serikat, serta mendorong terbentuknya tatanan global yang lebih mandiri di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Dalam pidatonya saat kunjungan ke Seoul, Ahad (5/4) Macron menegaskan bahwa negara-negara tidak seharusnya menjadi “bawahan” kekuatan besar seperti Amerika Serikat maupun China. Yonhap melaporkan.
Ia menilai dunia saat ini memasuki fase ketidakpastian baru yang menuntut setiap negara memiliki kemandirian strategis dalam menentukan kebijakan luar negeri.
Macron juga mengajak sejumlah negara, termasuk di kawasan Asia dan Eropa, untuk membangun kerja sama berbasis nilai bersama seperti hukum internasional, demokrasi, dan stabilitas global. Menurutnya, pendekatan ini penting agar negara-negara tidak hanya menjadi pengikut dalam rivalitas kekuatan besar.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara Prancis dan Amerika Serikat, terutama terkait konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan keterlibatan Washington.
Macron menegaskan bahwa krisis global tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan militer semata.
Macron juga memperingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap satu kekuatan global dapat menimbulkan risiko, terutama jika kebijakan negara tersebut berubah secara tidak terduga.
Ia mendorong negara-negara untuk memiliki kapasitas mandiri di bidang pertahanan, energi, dan ekonomi sebagai bagian dari strategi jangka panjang. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic