MAHAD AL-FATAH INDONESIA JALIN MOU DENGAN YAYASAN PENDIDIKAN YAMAN

Penandatanganan Mou Ma'ahad Al-fatah Indonesia dengan Yayasan Pendidikan
Penandatanganan Mou Ma’ahad Al-fatah Indonesia dengan Yayasan Pendidikan Rawaby Al-Kheer Development Foundation, Yaman, Ahad (31/8). (Foto: Rana/mirajnews.com)

Bogor, 5 Dzulqa’dah 1435/31 Agustus 2014 (MINA) – Ma’had Al-Fatah Indonesia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dengan Yayasan Pendidikan Rawaby Al-Kheer Development Foundation, Yaman, untuk mengadakan kerjasama dalam pendidikan, khususnya Bahasa Arab dan Ilmu Agama Islam.

Kesepakatan kerjasama itu ditandatangani Direktur Yayasan Pendidikan Rawaby Al-Kheer Development Foundation, Syeikh Omer Bin Salim Bin Dban Bawazeer dan KH. Yakhsyallah Mansur, MA. Mudir ‘Aam Ma’had Al-Fatah Indonesia di Kantor Sekretariat Ma’had Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Ahad (31/8) siang.

Ustadz Wahyudi KS., Mudir Ma’had Al-Fatah Cileungsi, mengatakan, kerjasama yang dijalin merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas belajar terutama dalam pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu-Ilmu Islam.

Baca Juga:  Yaman Umumkan Akan Lakukan Operasi Gabungan dengan Irak

“Kerjasama ini untuk menindaklanjuti program pendidikan agar para santri Ma’had Al-Fatah dapat melanjutkan pendidikan tinggi di Yaman,” kata Wahyudi kepada wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia mengatakan, Ma’had Al-Fatah Indonesia menjadi etalase bagi santri-santri Indonesia yang mengikuti pendidikan tinggi di Yaman yang telah membuktikan prestasi dilihat dari kesaksian Syeikh Omer.

Syeikh Omer  menyatakan santri Ma’had yang sebelumnya sudah menjalani pendidikan di sana, merupakan santri terbaik dengan memperoleh nilai istimewa dan berakhlak baik.

Wahyudi menjelaskan, setelah adanya kerjasama ini, Ma’had Al-Fatah Indonesia setiap tahun akan mengirim minimal lima santri unggulannya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan program sarjana (S1) dan dua santri melanjutkan pendidikan magister (S2) di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan  Rawaby Al-Kheer Development Foundation, Yaman.

Baca Juga:  Yaman Umumkan Akan Lakukan Operasi Gabungan dengan Irak

Sementara Syeikh Omer Bin Salim mengatakan, sebetulnya Ma’had Al-Fatah Indonesia sudah mengadakan kerjasama sebelum adanya penandatangan MoU ini menyusul beberapa santri Ma’had yang sudah diterima di Rawaby Al-Kheer Development Foundation bahkan sudah menyelesaikan pendidikan Islam di lembaga itu.

“Alhamdulillah, santri Ma’had Al-Fatah Indonesia mendapatkan nilai Mumtaz (istimewa) dan berakhlak baik,” kata Syeikh Omer saat menyampaikan dua santri Ma’had Al-Fatah Indonesia yang telah lulus melalui program pendidikan di Yayasan Pendidikan Al-Kheer.

Dia mengatakan, kerjasama yang dijalin dengan Ma’had merupakan bagian dari program Yayasan Pendidikan Rawaby Al-Kheer Development Foundation untuk memperluas proyek amal dan pembangunan, terutama mencetak ulama dan hafidz dengan pemahaman Al-Qur’an dan As-Sunnah yang baik di seluruh dunia, dengan memberikan kesempatan para santri mendapatkan pendidikan di Yaman.

Rawaby Al-Kheer Development Foundation didirikan pada 2008, merupakan yayasan amal dan pengembangan melalui pembentukan lokakarya Quran dan program ilmu agama Islam untuk mencetak ulama dan dai, serta giat mengadakan pameran dan forum untuk pembangunan Islam.

Baca Juga:  Yaman Umumkan Akan Lakukan Operasi Gabungan dengan Irak

Rawaby Al-Kheer Development Foundation bekerja keras untuk menjaga kemuliaan Al-Qur’an dan AsSunnah serta menyoroti warisan Islam dan menyebarkan agama Islam, termasuk membimbing mahasiswa dalam berbagai disiplin ilmu berbasis agama Islam.

Tujuan-tujuan yayasan pendidikan itu adalah menjaga kemurnian dan kemuliaan Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya, dalam bentuk program menghafal dan pemahaman dengan mendirikan pusat-pusat Quran dan Ilmu Agama Islam, pembentukan kursus dan pelajaran ilmiah serta membuat perpustakaan Islam.

Juga berusaha untuk membangun proyek-proyek ilmiah menyoroti warisan-warisan Islam serta mendukung dan mensponsori proyek serta program ilmiah, budaya, sosial dan media untuk membentuk generasi yang memahami visi peradaban Islam.(L/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Ismet Rauf

Comments: 0