Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahasiswa BEM SI Gelar Aksi di Polda Metro Tuntut Keadilan Driver Ojol

Widi Kusnadi Editor : Bahron Ans. - 25 detik yang lalu

25 detik yang lalu

0 Views

Universitas Indonesia (UI) akan melaksanakan aksi solidaritas Palestina [Foto: UI Update]

Jakarta, MINA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Jumat (29/8). Aksi ini digelar menyusul wafatnya seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) lalu.

Berdasarkan pantauan, sejumlah mahasiswa sudah tiba di depan Polda sejak pukul 13.00 WIB. Mereka menunggu kedatangan ratusan mahasiswa lain dari berbagai kampus. Bagas, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), menyebut sekitar 200 mahasiswa dari UI telah berkumpul di kampus dan siap menuju lokasi aksi.

“Hari ini ada sekitar 200-an massa aksi yang sudah siap menuju ke sini. Itu dari mahasiswa UI saja,” kata Bagas di lokasi.

Selain dari UI, massa BEM SI juga bergerak dari kawasan FX Sudirman menuju Polda Metro Jaya. Bagas memperkirakan rombongan akan tiba sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: RS Pelni Tangani 14 Korban Aksi Unjuk Rasa di DPR, 4 Masih Dirawat Inap

Dalam aksi tersebut, BEM SI membawa sejumlah tuntutan. Mereka menuntut terduga pelaku pelindasan driver ojol segera diadili, mendesak reformasi menyeluruh di tubuh Polri, serta meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya.

“Kita menuntut pengadilan terhadap yang melindas, reformasi hukum di tubuh Polri, dan pergantian Kapolri karena sudah sering terjadi tindakan represif seperti ini,” tegas Bagas.

Aksi mahasiswa ini dipicu peristiwa tragis saat mobil taktis (rantis) Brimob melindas seorang driver ojol dalam demonstrasi di depan DPR RI, Kamis (28/8). Insiden tersebut menambah catatan kelam dalam pengawalan aksi unjuk rasa mahasiswa yang kerap berujung bentrok.

Bagas juga menceritakan dirinya sempat mengalami tindak represif dari aparat saat aksi di depan DPR. Ia mengaku ditarik, dicekik, dan dipukul oleh sejumlah Intel, meski kemudian ada aparat lain yang melerai.

Baca Juga: Situasi Sempat Memanas, TNI Turun Tenangkan Aksi Ojol di Kwitang

“Alhamdulillah ada polisi yang baik memisahkan, lalu kami disuruh langsung pulang,” ungkap Bagas sambil menenteng jaket almamater kuningnya.

Insiden pelindasan driver ojol saat demonstrasi di Pejompongan kini tengah ditangani Divisi Propam Polri. Sebanyak tujuh anggota Brimob telah diperiksa, sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjanjikan proses hukum akan berlangsung transparan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ahmad Sahroni Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR

Rekomendasi untuk Anda