Mahasiswa KKN IPB University Ajak Peduli Lingkungan Sejak Dini Lewat Kartu

(Foto: IPB University)

Bogor, MINA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah lewat inovasi “MilahKuy”. MilahKuy ini merupakan inovasi edukasi pemilahan sampah dalam bentuk kartu.

Dalam rilis IPB dikutip MINA, Ahad (7/8), inovasi ini dilatarbelakangi dari edukasi terkait lingkungan perlu ditanamkan sejak dini.

Anak-anak sebagai generasi penerus perlu paham terkait pengelolaan sampah, khususnya pemilahan. Namun, anak-anak akan lebih tertarik ketika suatu edukasi dikemas dengan media permainan.

Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cihideung Ilir 04, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Inovasi games ini disebut MilahKuy yang berarti Mainkan, Pilahkan dan Kumpulkan.

“Tagline kartu ini harapannya dapat melekat dalam pemikiran para siswa bahwa memilah sampah itu baik dan seru. Games ini mengajarkan anak-anak untuk lebih berani, cepat, dan fokus dalam menghadapi masalah,” ujar Raihan, mahasiswa KKN-T IPB University.

Raihan menjelaskan, permainan dapat dimainkan oleh 2-5 orang. Setiap pemain dibagikan kartu secara merata. Terdapat dua skema permainan. Skema pertama, setiap pemain mendapat giliran untuk mengumpulkan kartu sesuai jenisnya dan diberi limit waktu.

“Pemain yang paling banyak memilah dengan tepat dan benar yang menjadi pemenang. Jika terdapat lebih dari satu pemenang, dilanjutkan dengan skema kedua,” sebutnya.

Skema kedua, lanjut Raihan, setiap pemain langsung beradu kecepatan dalam memilah dan mengumpulkan kartu sesuai jenisnya. Pemain yang paling cepat mengumpulkan kartu sesuai jenisnya yang akan menjadi pemenang.

Ariq Faishal, Ketua tim KKN-T IPB University Desa Cihideung Ilir mengungkap, selain siswa dapat memahami cara memilah sampah, mereka juga dapat melatih diri untuk tanggap dan fokus dalam menyelesaikan masalah.

Dalam kesempatan itu, Linda yang juga anggota tim KKN-T IPB University menjelaskan metode pengolahan sampah.

Pada dasarnya sampah dibagi menjadi dua, yaitu organik (mudah terurai) dan anorganik (sulit terurai). Para siswa juga melakukan simulasi secara langsung bagaimana cara memilah sampah dengan benar.

“Cara mengelola sampah dapat menggunakan metode 5R yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant. Metode tersebut menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi barang bermanfaat, seperti wadah sampah ataupun hiasan,” tambahnya.

Linda melanjutkan, mahasiswa KKN-T IPB University juga melakukan percobaan kelarutan antara bioplastik dan plastik biasa dengan air panas.

Bioplastik ini terbuat dari singkong untuk mengatasi masalah sampah plastik yang tidak bisa terurai. Hal tersebut menjadi suatu yang baru bagi para siswa. Karena mereka melihat secara langsung bahwa bioplastik dapat terurai.(R/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)