Mahasiswa Pro-Palestina Duduki Universitas Melbourne, Tuntut Divestasi dengan Israel

Para mahasiswa menempati gedung Arts West di kampus Parkville Universitas Melbourne pada hari Rabu (15/5/2024). [Foto: The Age]

Melbourne, MINA – Para mahasiswa melakukan aksi pro-Palestina di dalam Gedung Arts West di Kampus Parkville, Universitas Melbourne, Australia pada Rabu (15/5) sore.

Surat kabar harian Australia, The Age melaporkan, sekitar 100 mahasiswa menduduki gedung universitas itu ketika ketegangan atas agresi Israel di Gaza mulai terjadi di banyak perguruan tinggi di Kota tersebut.

Meskipun ada peringatan dari penjabat rektor Universitas Melbourne, Pip Nicholson bahwa mahasiswa harus meninggalkan gedung pada pukul 14.30 waktu setempat pada hari Rabu, lebih dari 100 orang tetap berada di dalam gedung Arts West hingga malam hari.

Pengunjuk rasa pro-Palestina itu telah berjanji untuk melakukan aksi demonstrasi meski menghadapi risiko ditangkap dan ancaman dari otoritas kampus bahwa polisi akan dipanggil jika mereka tidak pergi.

Baca Juga:  Iran Selidiki Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Presiden Raisi

Para mahasiswa yang melakukan aksi duduk di Universitas Melbourne mengatakan bahwa mereka menuntut universitasnya melakukan melepas hubungan (divestasi) dengan perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan Israel dan genosida di Gaza.

“Ini tidak terbatas. Ini soal keterbukaan dan divestasi dan tidak ada yang akan berubah sampai tuntutannya dipenuhi,” kata Gemma O’Toole, seorang mahasiswa seni yang terlibat dalam unjuk rasa itu.

Beberapa pengunjuk rasa di dalam gedung Arts West mengenakan syal keffiyeh Palestina. Mereka menggunakan megafon untuk meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina dan tuntutan terhadap universitas, serta membentangkan spanduk dan mendirikan tenda di dalam gedung.

Sementara itu, pada Rabu (15/5) malam, otoritas Universitas Melbourne menyebut aksi pro-Palestina yang dilakukan para mahasiswa itu tidak dapat diterima dan pihak universitas akan melakukan penyelidikan.

Baca Juga:  Iran Umumkan Lima Hari Berkabung

Ketegangan di kampus-kampus di Australia telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan berkembangnya tenda-tenda mahasiswa yang memprotes aksi militer Israel di Gaza.

Di kampus Burwood Universitas Deakin pada Rabu (15/5) malam, terjadi protes damai terpisah yang dihadiri sekitar 100 orang, dengan keamanan kampus dan pengawasan polisi.

Ribuan demonstran juga turun ke jalan-jalan CBD, berkumpul di perkemahan mahasiswa Universitas RMIT University sebelum berbaris ke Melbourne Central.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Arina Islami

Editor: Arif Ramdan