Mahasiswa Universitas Birzeit Demo, Bentrok Dengan Tentara Israel 

Ramallah, 3 Jumadil Akhir 1438/ 2 Maret 2017 (MINA) – Mahasiswa Palestina dari Universitas Birzeit melancarkan prtes atas  penahanan enam rekannya yang dilakukan pasukan Israel pada Selasa malam.

Protes pada Rabu sore (1/3)  menyebabkan beberapa warga Palestina menderitaakibat  inhalasi gas air mata yang parah dari tentara Israel.

Saksi mengatakan kepada Ma’an yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) bahwa mahasiswa begerak dari kampus Universitas Birzeit timur laut Ramallah sampai ke pos pemeriksaan militer Israel di Beit El dengan jauh sekitar lima kilometer.

Fihak keamanan Palestina berusaha untuk mencegah mahasiswa yang mendekati pos pemeriksaan, tetapi mereka mengabaikan instruksi mereka dan terus berbaris sampai mereka bentrok dengan pasukan Israel.

Para mahasiswa melemparkan batu ke tentara Israel di dekat pos pemeriksaan, dan tentara membalas dengan gas air mata dan peluru baja berlapis karet. Beberapa siswa dan warga yang dirawat karena berlebihan menghirup gas air mata saat di lokasi kejadian.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pada Selasa malam, pasukan Israel menahan enam mahasiswa Palestina dari Birzeit University, termasuk tiga wanita, di dekat pusat penahanan di Israel selatan dari Ramallah ketika melakukan aksi solidaritas memprotes penahanan mantan Kepala Dewan Mahasiswa di universitas, Muhammad Al-Qiq dan Jamal Abu al-Leil dari kamp pengungsi Qalandiya yang mogok makan.

Juru bicara polisi Israel Luba Al-Samri mengatakan, enam orang “tertangkap tangan” yang melemparkan batu ke pasukan Israel.

Sementarta saksi mengatakan bahwa jip militer Israel mengejar mahasiswa dan menyerangnya sebelum menangkap.

Ketiga perempuan itu diidentifikasi oleh Masyarakat Tawanan Palestina sebagai Bayan Safi, Zeinab Barghouthi, dan Miran Daghra, yang dibawa ke penjara HaSharon Israel. Penduduk setempat mengidentifikasi dua dari orang-orang muda yang ditahan sebagai Ahmad Khader dan Hassan Daraghma.(T/R10/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)