Mahathir Mohamad: Zionis Israel Asal Mula Teroris Era Modern

New York, MINA- Pembentukan Israel dengan cara merebut tanah Palestina dan mengusir 90 persen warganya adalah akar penyebab terorisme, hal itu disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad dalam Debat Umum Majelis Umum PBB ke-74, Sabtu (28/9).

Mahatir mengatakan, Israel dapat melanggar semua hukum dan norma internasional dunia dan itu akan terus didukung dan dipertahankan, tidak ada keadilan di dunia ini. Palestinian Post 24 melaporkan, dikutip MINA.

“Sejak terbentuknya Israel, perang seakan terjadi di seluruh negara. Dunia memiliki terorisme nyata yang padahal sebelumnya tidak pernah ada di era sekarang ini,” katanya.

Mahatir juga menegaskan, setelah muncul banyak gerakan terorisme, aksi melawannya sulit karena ada kekuatan besar yang menolak selesaikan akar masalahnya.

Baca Juga:  Brigade Jenin Serang Kamp Militer Zionis

“Aksi militer melawan aksi terorisme tidak akan berhasil. Kita perlu mengidentifikasi penyebabnya dan menghapusnya. Tetapi kekuatan besar menolak untuk berurusan dengan akar penyebabnya,” katanya.

Mahatir menambahkan, Malaysia menerima negara Israel sebagai “fait accompli” tetapi Malaysia tidak bisa menerima penyitaan terang-terangan atas tanah Palestina oleh Zionis Israel untuk permukiman mereka dan juga pendudukan Yerusalem oleh Zionis Israel.

Orang-orang Palestina bahkan tidak bisa memasuki pemukiman yang dibangun di tanah mereka. Bahkan dibuatnya permusuhan terhadap Muslim dan Islam. Muslim dituduh terorisme bahkan jika mereka tidak melakukan apa pun.

“Negara-negara Muslim telah mengalami destabilisasi melalui kampanye untuk demokrasi dan perubahan rezim. Muslim di mana-mana telah ditindas, diusir dari negara mereka dan ditolak suaka,” katanya.

Baca Juga:  Fadli Zon Kecam Israel Hancurkan Akses Air Bersih di Gaza

Mahathir juga menambahkan, sekarang perang dan ketidakstabilan akibat perubahan rezim telah memaksa mereka untuk melarikan diri dari negara mereka.

“Penerapan aturan hukum telah selektif, jadi teman-teman dapat melanggar hukum apa pun dan bebas dari hukuman. Dengan demikian, Israel dapat melanggar semua hukum dan norma internasional dunia dan itu akan terus didukung dan dipertahankan. Tidak ada keadilan di dunia,” jelasnya. (T/sry/B01/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: hadist

Editor: Ali Farkhan Tsani