Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahkamah Konstitusi Thailand Resmi Pecat PM Paetongtarn Shinawatra

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - 30 detik yang lalu

30 detik yang lalu

0 Views

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra (foto: IG)

Bangkok, MINA – Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, resmi dicopot dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand pada Jumat (29/8), menyusul kasus bocornya rekaman percakapan telepon dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Dalam putusannya, MK Thailand menyatakan Paetongtarn telah gagal menjaga kehormatan negara dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibanding kepentingan nasional.

“Tindakan [Paetongtarn] tidak menjaga harga diri bangsa dan mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan negara, yang merupakan pelanggaran serius atau kegagalan dalam mematuhi standar etik,” demikian pernyataan resmi MK. Anadolu melaporkan.

Dengan keputusan tersebut, Paetongtarn yang sebelumnya telah diskors otomatis kehilangan jabatannya sebagai kepala pemerintahan. Sebagai pengganti sementara, Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai ditunjuk untuk menjalankan tugas perdana menteri.

Baca Juga: Inggris Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Pertahanan di London

Kasus ini bermula ketika percakapan pribadi Paetongtarn dengan Hun Sen bocor ke publik pada bulan lalu. Dalam rekaman tersebut, ia dituding melakukan pembicaraan yang dinilai melanggar kepatutan sebagai seorang perdana menteri.

Meski telah meminta maaf dan menjelaskan ucapannya hanya sebatas “teknik negosiasi,” Paetongtarn tetap dinilai melanggar standar etik tinggi yang diwajibkan bagi pejabat publik.

Kontroversi itu semakin memperkeruh hubungan Thailand dan Kamboja, yang belakangan memanas setelah baku tembak di wilayah sengketa Segitiga Zamrud pada Mei lalu menewaskan seorang tentara Kamboja. Sejak saat itu, kedua negara saling membatasi perdagangan, menutup akses perbatasan, hingga memperpendek izin tinggal bagi warga negara masing-masing.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika ledakan ranjau terjadi di perbatasan, memicu bentrokan bersenjata antara militer Thailand dan Kamboja selama beberapa hari. Pertempuran baru mereda setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun tangan memediasi gencatan senjata.

Baca Juga: Boikot Bikin Domino’s Pizza Rugi untuk Pertama Kalinya dalam Beberapa Dekade

Sebagai latar belakang, Paetongtarn Shinawatra adalah putri mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang juga penuh kontroversi. Keluarga Shinawatra dikenal memiliki pengaruh besar dalam politik Thailand, tetapi juga kerap berhadapan dengan lembaga yudikatif dan militer yang kuat. Kejatuhan Paetongtarn menambah panjang daftar perdana menteri Thailand yang berakhir dengan pemecatan atau penggulingan melalui keputusan hukum maupun intervensi politik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB akan Tarik Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon Mulai 2027

Rekomendasi untuk Anda