Malapetaka Nakba

ilustrasi peringatan Hari Nakba

Oleh ARIF RAMDAN, wartawan Kantor Berita MINA

Peringatan Hari Nakba 15 Mei 2024 merupakan harapan bagi bangsa Palestina di mana hari untuk kembali semakin nyata.

NAKBA adalah istilah dalam bahasa Arab yang berarti “bencana” atau “malapetaka”. Istilah tersebut digunakan oleh bangsa Palestina untuk merujuk pada peristiwa yang terjadi pada tahun 1948 saat banyak warga Palestina diusir atau melarikan diri dari tanah air mereka selama Perang Arab-Israel 1948, yang bertepatan dengan pendirian Negara Israel di atas tanah Palestina.

Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengusulkan Rencana Pembagian Palestina untuk membagi Mandat Palestina yang dikelola Inggris menjadi negara Yahudi dan negara Arab, dengan Yerusalem sebagai kota internasional. Rencana ini diterima oleh pimpinan Yahudi, tetapi ditolak oleh negara-negara Arab dan pimpinan Palestina.

Setelah rencana pembagian PBB, konflik pecah antara komunitas Yahudi dan Arab di Palestina. Setelah Israel mendeklarasikan kemerdekaan pada 14 Mei 1948, negara-negara Arab tetangga menyerang, yang memicu Perang Arab-Israel 1948.

Selama konflik, diperkirakan 700.000 hingga 750.000 warga Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka. Banyak desa dihancurkan, dan para pengungsi pindah ke negara-negara tetangga seperti Lebanon, Suriah, Yordania, dan Jalur Gaza.

Baca Juga:  Mantan Wakil Kepala Mossad: Kami Kalah Perang di Gaza

Pengungsi Palestina akhirnya tinggal di kamp-kamp pengungsi, banyak di antaranya masih ada hingga saat ini. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) didirikan untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi ini.

Warga Palestina kehilangan rumah, tanah, dan properti pribadi mereka, dan sejak saat itu menghadapi tantangan dalam merebut kembali atau mendapatkan kompensasi atas kerugian tersebut.

Nakba adalah peristiwa penting dalam memori kolektif dan identitas bangsa Palestina. Peristiwa ini diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Mei, sehari setelah Israel memproklamirkan diri sebagai negara di atas tanah Palestina.

Pada 14 Mei 1948, David Ben-Gurion, pemimpin komunitas Yahudi di Palestina, mendeklarasikan pembentukan Negara Israel. Ini diikuti dengan penarikan pasukan Inggris dari wilayah tersebut.

Segera setelah deklarasi tersebut, negara-negara Arab tetangga seperti Mesir, Yordania, Irak, Suriah, dan Lebanon menyerang Israel, yang memicu perang besar. Dalam kekacauan perang, banyak warga Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka.

Sekitar 700.000 hingga 750.000 lebih warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka. Banyak desa dan kota Palestina dihancurkan atau diambil alih, dan para pengungsi Palestina pindah ke berbagai negara tetangga serta ke kamp-kamp pengungsi yang didirikan oleh PBB.

Baca Juga:  Petugas Bersiap Sambut Kedatangan Jamaah Haji Gelombang II

Hari Nakba diperingati oleh warga Palestina di seluruh dunia dengan berbagai kegiatan termasuk pawai, acara pendidikan, dan kegiatan budaya untuk mengenang pengungsian dan menyerukan hak untuk kembali bagi para pengungsi.

Nakba tetap menjadi simbol penderitaan dan perlawanan bangsa Palestina, dan signifikansi historis serta kontemporernya terus mempengaruhi geopolitik Timur Tengah serta pencarian perdamaian dan keadilan di kawasan tersebut.

Setiap tahun pada tanggal 15 Mei, orang Palestina dan pendukung mereka di seluruh dunia memperingati Nakba Day, atau Hari Nakba, untuk mengenang peristiwa pengungsian massal yang terjadi pada tahun 1948.

Pada Nakba Day, warga Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, Israel, dan diaspora Palestina di seluruh dunia mengadakan berbagai kegiatan seperti demonstrasi, pawai, seminar, dan acara budaya untuk memperingati peristiwa ini. Ini termasuk pameran seni, pemutaran film dokumenter, dan diskusi panel yang menyoroti sejarah dan dampak Nakba.

Nakba Day menjadi simbol ketahanan dan perjuangan bangsa Palestina. Ini adalah hari untuk mengingat penderitaan yang dialami oleh generasi terdahulu serta untuk menegaskan hak-hak mereka, termasuk hak untuk kembali ke tanah air mereka, sesuai dengan Resolusi 194 Majelis Umum PBB yang mengakui hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka.

Baca Juga:  Berqurban Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Nakba Day juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran internasional tentang masalah Palestina dan kondisi pengungsi Palestina yang masih belum terselesaikan. Aktivitas ini sering kali diiringi oleh dukungan dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan gerakan solidaritas global.

Peringatan Nakba Day penting bagi identitas dan solidaritas nasional Palestina. Ini tidak hanya mengenang sejarah tragis mereka tetapi juga menegaskan keberlanjutan perjuangan mereka untuk hak-hak mereka di tengah situasi politik yang kompleks.

Kemerdekaan Palestina adalah impian yang banyak diperjuangkan oleh orang-orang Palestina dan pendukung mereka di seluruh dunia.

Pencapaian kemerdekaan ini akan membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak, serta solusi yang adil dan berkelanjutan untuk konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade ini.

Meskipun peringatan ini sering kali diiringi dengan ketegangan dan konflik di lapangan, Hari Nakba tetap menjadi momen penting untuk refleksi dan mobilisasi bagi masa depan Palestina.

Peringatan Hari Nakba 15 Mei 2024 merupakan harapan bagi bangsa Palestina di mana hari untuk kembali semakin nyata. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Arif Ramdan

Editor: Rudi Hendrik