Malaysia Luncurkan Kartu Pos Khusus untuk Desak PBB Akui Palestina

PM Malaysia Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri Malaysia berikutnya. (Foto: Istimewa)

Kuala lumpur, MINA – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan para menteri Kabinetnya pada hari Rabu (17/1) menyetujui peluncuran kartu pos khusus yang ditujukan kepada Sekjen PBB, mendesak badan dunia tersebut untuk mengakui negara Palestina.

“Kartu pos khusus ini untuk menyampaikan keinginan masyarakat Malaysia dengan mendesak PBB menerima Palestina sebagai negara anggota dan menuntut agar kekerasan dan kekejaman rezim Zionis terhadap rakyat Palestina segera dihentikan,” kata Anwar di X.  Anadolu Agency melaporkan.

Dia mengatakan kartu pos tersebut akan dikirimkan kepada Antonio Guterres melalui diplomat Malaysia di PBB.

“Kami mengimbau PBB untuk menerima Negara Palestina sebagai anggota penuh,” tulis Anwar di kartu posnya yang ditujukan kepada Guterres.

Baca Juga:  Dua Buku Teguh Santosa Lengkapi Pojok Baca Digital PWI

“Saya berharap suara tulus warga Malaysia ini mendapat perhatian serius dari Guterres,” kata Anwar, yang secara pribadi memimpin mobilisasi massa di negara Asia Tenggara tersebut melawan serangan Israel di Gaza.

Sebelumnya, Pemerintah Persatuan pimpinan Anwar juga melarang port call atau docking kapal berbendera Israel di Malaysia.

Anwar mengatakan warga Malaysia dapat membeli kartu pos ini mulai Kamis di semua kantor pos atau secara online untuk berpartisipasi dalam kampanye penyampaian pesan kepada Sekjen PBB.

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Gaza sejak serangan lintas batas pada 7 Oktober oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas, yang menurut Tel Aviv menewaskan 1.200 orang.

Baca Juga:  Mesir Tolak Usulan Israel Soal Perlintasan Rafah

Sekitar 24.285 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besarnya perempuan dan anak-anak, setidaknya 61.154 orang terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina. (T/R7/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Widi Kusnadi