Malaysia Siapkan Bantuan Rakyat Senilai Rp925 T

Kuala Lumpur, MINA – Pemerintah Malaysia menyiapkan bantuan dalam Paket Ekonomi Rakyat dengan dana senilai RM250 miliar (setara Rp.925 triliun), seperti diumumkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Jumat (27/3).

PM Muhyiddin mengatakan, alokasi dana itu RM128 miliar akan digunakan untuk kesejahteraan rakyat, RM100 miliar untuk mendukung bisnis, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan RM 2 miliar lainnya untuk memperkuat ekonomi negara.

Ia menambahkan, pembagian uang tunai sejumlah RM10 miliar untuk kelompok pendapatan rendah B40 dan M40 menengah sehubungan dengan krisis Covid-19. TV Malaysia menyiarkan pengumuman itu.

Dia juga mengumumkan, alokasi RM500 juta untuk Departemen Kesehatan guna meningkatkan sumber dayanya.

Tambahan RM1 miliar akan dialokasikan untuk pembelian peralatan dan layanan penanganan Covid-19, termasuk memperoleh layanan spesialis medis dari sektor swasta, kata Muhyiddin.

Dia juga mengatakan, tenaga medis akan mendapatkan peningkatan tunjangan khusus mereka, dari RM400 menjadi RM600 sebulan, mulai April 2020 sampai wabah Covid-19 dapat teratasi.

Sementara itu, layanan keamanan seperti polisi, tentara dan bea cukai juga akan menerima tunjangan khusus bulanan RM200 dari April 2020 sampai wabah terkendali.

Untuk memastikan bahwa negara ini memiliki pasokan makanan yang cukup, Muhyiddin mengatakan pemerintah akan menyuntikkan RM1 miliar ke Dana Keamanan Pangan sambil memberikan bantuan tambahan kepada petani dan nelayan untuk memacu produksi pangan domestik. Malay Mail melaporkan.

Pemerintah juga akan memperkenalkan Program Subsidi Upah untuk membantu pengusaha mempertahankan tenaga kerja mereka dengan menyiapkan upah RM600 untuk setiap karyawan, menghasilkan kurang dari RM4.000 selama tiga bulan.

Program ini juga dirancang khusus untuk pengusaha yang menghadapi penurunan pendapatan 50 persen sejak Januari tahun ini. Program ini diharapkan memberi manfaat 3,3 juta pekerja dengan anggaran RM5,6 miliar yang dialokasikan, tambah perdana menteri. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)