Mantan Emir Qatar, Sheikh Khalifa Wafat, Kerajaan Barkabung Tiga Hari

Doha, 25 Muharram 1438/26 Oktober 2016 (MINA) – Mantan Emir Qatar, Sheikh Khalifa bin Hamad Al-Thani wafat dalam usia 84 tahun, pada Ahad malam (23/10). Istana Kerajaan pun mengumumkan hari berkabung selama tiga hari, dengan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh negeri itu.

Ribuan pelayat tampak menghadiri pemakaman jenazah almarhum Sheikh Khalifa, yang pernah memerintah negara itu selama 23 tahun.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bersama ratusan pejabat senior negara, para raja dan kepala negara-negara sahabat dan warga setempat, terlihat bergabung dengan keluarga kerajaan untuk menghadiri pemakaman Sheikh Khalifa, Senin (24/10), di pemakaman Al-Rayyan, tempat dia dilahirkan.

Sebelumnya jenazah dishalatkan di Masjid Negara Imam Mohammed bin Abdel Wahab di Al-Dafna, QNA melaporkan.

Malam harinya, Sheikh Tamim menerima kunjungan belasungkawa dari raja-raja di kawasan Teluk, seperti Raja Bahrain Hamad ibn Isa al-Khalifah dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, di Istana Al-Wajbah.

Tampak hadir juga beberapa kepala negara, seperti: Emir of Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah, Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani, Presiden Yaman Abd Rabb Mansour Hadi, Putera Presiden Venezuela Nicolas Ernesto Maduro, Kepala Gerakan Ennahda Tunisia Rashid Ghannouchi, dan lainnya.

Data Wiki menyebutkan, Sheikh Khalifa bin Hamad bin Abdullah bin Jassim bin Mohammed Al-Thani lahir 17 September 1932 menjabat sebagai Emir Qatar dari 27 Februari 1972 hingga 27 Juni 1995. Sheikh Khalifa digulingkan oleh anaknya Hamad bin Khalifa. Saat ini Emir dijabat putera Hamad, Tamim bin Hamad Al-Thani.

Sebelum menjadi Emir, Khalifah pernah menduduki beberapa jabatan seperti Menteri Pendidikan, Menteri Keuangan, hingga Perdana Menteri dan Wakil Emir.

Kebijakan kuat yang diterapkannya antara lain: pembatasan hak keuangan anggota keluarga kerajaan yang berkuasa, menjalin hubungan diplomatik dengan sejumlah negara Eropa, peningkatan sektor minyak setelah sejumlah perjanjian bagi hasil dengan perusahaan minyak asing, dan pembangunan basis industri untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak.

Setelah tidak menjabat Emir Qatar, Sheikh Khalifa tinggal di Jenewa, Swiss. Kemudian pindah ke Perancis, hingga kembali lagi ke Qatar pada tahun 2004. Ia wafat setelah sepakan dirawat di rumah sakit.

Almarhum Sheikh Khalifa memiliki lima putra dan sepuluh putri, dari empat isteri. (T/P4/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)