Mantan Mossad: Ekonomi Israel Runtuh dan Kalah Perang di Gaza

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad) Ram Ben Barak. (Foto: Qudspress)

Tel Aviv, MINA – Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad) dan anggota Knesset (Parlemen), Ram Ben Barak mengatakan, perang di Gaza tidak ada gunanya, Israel kalah, dan perekonomian negara itu sedang runtuh.

Hal itu diungkap Ram Ben-Barak dalam sebuah wawancara dengan radio publik Israel pada Sabtu (18/5).

“Perang ini (di Gaza) tidak memiliki tujuan yang jelas, dan kita (Israel) pasti benar-benar kalah. Kami terpaksa terlibat dalam pertempuran di wilayah yang sama dan akhirnya kehilangan lebih banyak tentara,” kata Ben Barak.

“Kita juga menghadapi kemunduran di kancah internasional, hubungan kita dengan AS memburuk secara signifikan, dan perekonomian Israel runtuh. Tunjukkan pada saya satu hal yang telah berhasil kita lakukan,” tambah Ben Barak.

Baca Juga:  Wabah Langka Serang Moskow, 121 Orang Masuk RS

Ben Barak sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad) dari tahun 2009 hingga 2011, dan Ketua Komite Keamanan dan Urusan Luar Negeri Knesset antara tahun 2021 hingga 2022.

Sementara di sisi perlawanan Palestina, Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, dan faksi-faksi Palestina setiap hari mengumumkan pembunuhan dan cederanya tentara Israel serta penghancuran kendaraan militer, dan menyiarkan klip video yang mendokumentasikan beberapa keberhasilan operasi mereka.

Pada Sabtu, Brigade Al-Qassam mengumumkan pembunuhan 15 tentara Israel setelah menargetkan sebuah rumah di mana beberapa dari mereka bersembunyi di Timur kota Rafah, selatan Jalur Gaza.

Sebelumnya, pada Jumat, Al Qassam juga mengumumkan, dalam waktu 10 hari pejuangnya mampu menargetkan 100 kendaraan militer Pendudukan Israel yang berbeda, termasuk tank, tanker, dan buldoser, di semua lini pertempuran.

Baca Juga:  Menengok Perayaan Idul Adha di Maroko

Memasuki hari 225 Tentara Pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, dengan dukungan Amerika dan Eropa, ketika pesawat-pesawatnya mengebom sekitar rumah sakit, gedung, menara, dan rumah-rumah warga sipil Palestina, menghancurkannya di atas kepala penduduk, serta mencegah masuknya bantuan air, bantuan makanan, obat-obatan dan bahan bakar.

Agresi pendudukan yang terus berlanjut terhadap Gaza menyebabkan hampir 35.400 warga terbunuh dan melukai 79.261 lainnya, selain itu sekitar 1,7 juta orang dari populasi Jalur Gaza harus mengungsi, menurut data PBB. (T/R5)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Hasanatun Aliyah

Editor: Arif Ramdan