Mantan Pimpinan Fatah Pertanyakan Sikap Tepi Barat Terkait Agresi Israel ke Gaza

Gaza, MINA – Salah satu mantan anggota komite eksekutif gerakan Fatah, Zakaria Al-Agho mempertanyakan sikap diam wilayah Palestina di bagian lain (Tepi Barat) saat Israel melancarkan agresi militer ke Gaza beberapa hari lalu.

“Mana sikap saudara-saudara kami di bagian lain wilayah Palestina, atas agresi yang dilancarkan Israel ke Gaza beberapa hari lalu, membunuh, membantai dan menghancurkan bangunan, sebuah pemandangan yang mengingkari perasaan kemanusiaan,” tulis Al-Agho di akun facebooknya, Jumat (15/11).

Al-Agho merupakan mantan anggota komite eksekutif gerakan Fatah sejak 1994 sampai 2017 dan wakil gerakan Fatah di Gaza sampai tahun 2016, serta kepala departemen urusan pengungsi di PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) hingga 2018.

“Kami belum mendengar suara mereka, dan belum melihat reaksi mereka di pentas Palestina, ketenangan yang aneh, seakan apa yang menimpa saudara mereka di Gaza terjadi di Negara yang jauh, di saat terjadi bencana dan musibah, biasanya orang-orang mencari saudaranya untuk mendapatkan kekuatan, tekad dan harapan,” tambahnya seperti dikutip dari Palestinian Information Center (Palinfo), Sabtu (16/11).

Al-Agho juga menyayangkan sikap umat Islam dan bangsa Arab yang tidak reaktif atas urusan Palestina yang seharusnya bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggotanya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya merasakan demam dan tak bisa tidur.

Gaza menjadi sasaran agresi militer Israel pada Selasa (12/11) lalu, yang dimulai dengan pembunuhan terhadap pimpinan sayap militer gerakan Jihad Islami, Baha Abul Atta di rumahnya, kemudian 34 warga Palestina gugur dan 111 orang luka-luka, di antara korban meninggal terdapat delapan anak-anak dan tiga wanita, sementara 46 anak-anak dan 20 wanita lainnya luka-luka. (T/Sj/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)