Mantan PM Qatar: Israel Dibalik Kudeta Militer Sudan

Doha, MINA – Mantan Kepala Dewan Menteri Qatar Hamad Bin Jassim Al-Thani mengungkapkan, Israel dan negara Arab telah merencanakan kudeta militer di Sudan, 25/10 lalu.

Dalam serangkaian tweet yang mengomentari pengumuman Abdel Fattah Al-Burhan tentang pembentukan dewan berdaulat baru, Hamad memposting di Twitternya bahwa Israel ada di balik kudeta Sudan, demikian MEMO melaporkan, Ahad (14/11).

“Tangan pendudukan Israel bersama dengan tangan negara dari kawasan berada di belakang ini,” kata Hamad melalui akun Twitternya @hammadjjalthani pada Sabtu (13/11).

Pengguna Twitter lain yang mengomentari tweetnya mengatakan, negara Arab yang dia maksud adalah UEA, dan menambahkan bahwa beberapa kebocoran terkait masalah ini telah membuktikannya.

“Apa yang terjadi di Sudan adalah hasil dari perencanaan awal, kerja sama, dan koordinasi antara Israel dan negara Arab,” jelas Hamad Al-Thani.

“Sayangnya, negara ini mengeklaim dalam pertemuan internasional bahwa mereka telah mengubah kebijakannya dan mulai berkonsentrasi hanya pada ekonomi dan pembangunan,” tambahnya.

Mantan pejabat senior Qatar itu menegaskan, dia tidak mengungkapkan “fakta ini” untuk menjadi berita utama dan menekankan pentingnya menghormati kehendak masyarakat.

Pemimpin kudeta militer Sudan Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan pada Kamis (11/11) mengumumkan pembentukan pemerintah transisi baru untuk menggantikan pemerintah transisi sebelumnya, yang pemimpin sipilnya dia kudeta pada 25 Oktober.

Sebelum pengumuman itu, sumber-sumber Israel yang dikutip dari MEMO mengungkapkan pada Senin (1/11), delegasi Israel bertemu dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kudeta sebagai upaya menengahi rekonsiliasi di antara mereka, termasuk bertemu dengan Abdel Rahim Hamdan Dagalo (Hemeti), seorang Jenderal Pemimpin Pasukan Pendukung Cepat paramiliter. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)