Mantan PM Somalia Meninggal karena COVID-19 di London

London, MINA – Mantan Perdana Menteri Somalia Nur Hassan Hussein meninggal pada usia 83 di London pada Rabu (1/4) karena virus corona baru (COVID-19), menurut sebuah pernyataan dari keluarganya.

Dikenal sebagai Nur Adde, ia memegang jabatan Perdana Menteri Somalia dari November 2007 hingga 2009.

Setelah kematiannya, Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo mengumumkan masa berkabung tiga hari pada Rabu malam, demikian The New Arab melaporkan Jumat (3/4).

“Menyadari upaya yang dilakukan oleh almarhum untuk negara dan rakyatnya, dengan ini saya menyatakan tiga hari berkabung nasional, menurunkan bendera Republik Federal Somalia menjadi setengah tiang, untuk memberikan Perdana Menteri Nur Adde, penghormatan yang layak diterimanya,” kata Presiden Farmajo.

Hussein lahir dan dididik di Mogadishu yang dikontrol Italia pada 1937, bergabung dengan kepolisian ketika negara itu merdeka pada 1960.

Setelah meninggalkan polisi, ia bekerja untuk Bulan Sabit Merah Somalia dan kemudian menjabat sebagai Duta Besar Somalia untuk Italia.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Hussein mengatakan, mantan pemimpin itu akan dimakamkan di London.

Keluarga menjelaskan, Hussein sebelumnya telah menerima perawatan karena COVID-19 di Rumah Sakit King’s College London selama dua pekan terakhir. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)