Mantan Tawanan Yordania Ungkap 10 Kekhawatiran Israel Atas Aksi Mogok Makan

(dok. Arsip)

Tel Aviv, 30 Rajab 1438/27 April 2017 (MINA) – Mantan Tawanan Yordania yang pernah mendekam di penjara Israel, Anas Abu Khudair mengungkapkan bahwa saat ini Israel sedang khawatir dengan aksi mogok makan para tawanan Palestina di dalam penjara.

Menurut Abu Khudair, yang diberitakan Pusat Informasi Palestina (Palinfo) dan dikutip MINA, diungkapkan bahwa setidaknya ada 10 kekhawatiran yang dialami Israel akibat aksi serentak seluruh tawanan, sebagai berikut:

  1. Khawatir ada efek dari aksi ini berupa pembangkangan sipil di dalam penjara serta ketegangan yang tak berhenti.
  2. Kondisi para sipir penjara yang terus dalam kondisi siaga, menegangkan dan terpaksa.
  3. Di tingkat politik internal Israel, aksi mogok makan ini memberikan kesempatan bagi partai-partai oposisi untuk menyerang pemerintah.
  4. Terjadi gerakan antara kelompok dan organisasi HAM baik Palestina maupun Israel dan Arab untuk menekan Israel dan meminta sikap tegas dunia internasional.
  5. Menampakkan gambaran asli dari kebiadaban Israel serta kejahatan mereka terhadap para tawanan.
  6. Ada gerakan penyadaran terhadap para tawanan terkait hak-hak mereka, sebagai akibat menyebarnya informasi ini serta opini media.
  7. Menyadarkan dunia Arab dan Barat untuk segera bergerak untuk menolak kebijakan Israel.
  8. Munculnya gerakan rakyat di Palestina bahkan bisa menimbulkan eskalasi melawan Israel dan dengan itu akan menggerakan aksi perlawanan.
  9. Gugurnya salah satu peserta aksi mogok makan, bisa menyebabkan gelombang revolusi di dalam tahanan dan aksi balas dendam serta ancaman.
  10. Sangat menyibukkan Israel dan dalam kondisi ketakutan terus menerus.

Sejak aksi mogok makan tawanan yang di mulai 17 April kemarin, sejumlah pejabat Palestina sudah memperingatkan adanya gesekan, menyusul menurunnya kondisi kesehatan salah satu tawanan di dalam penjara.

Sekitar 7.000 warga Palestina ditahan di 22 penjara Israel. Sebanyak 29 tawanan di antaranya sudah ditahan sebelum Perjanjian Oslo antara Palestina dengan Israel pada 1993 lalu. Di antara para tawanan tersebut terdapat 62 orang wanita, 14 di antaranya masih di bawah umur, sebagaimana diungkap oleh Forum Tawanan Palestina. (T/R06/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)