MAPIM Desak Negara-Negara Muslim Tidak Jadi Alat AS

Putrajaya, MINA – Majlis Perundingan Islam Malaysia (MAPIM) mendesak para pemimpin dunia dan terutama negara-negara Muslim untuk tidak menjadi alat bagi Amerika Serikat (AS) dan Israel yang ingin menumbangkan komunitas Muslim.

Secara tegas MAPIM juga mengutuk sikap Presiden AS Donald Trump yang mencoba menyeret komunitas dunia, termasuk NATO ke dalam konflik dengan Iran.

“Dia jelas seorang presiden yang keras kepala dan tidak konsisten, yang tidak peduli dengan hukum internasional dan bertindak seperti pemimpin mafia dunia,” kata Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Kamis (9/1).

Menurut MAPIM, ketegangan yang bisa memicu konfrontasi militer dan perang berskala besar berasal dari Trump yang arogan dan gila.

Baca Juga:  Kontroversi Si “Hitam Manis” Dukung LGBT

“Trump tidak hanya bertanggung jawab penuh atas pembunuhan Jenderal Qassem Suleimani, komandan utama Iran, ia juga jelas melakukan kejahatan perang dan menyatakan perang terhadap Iran,” ujar Azmi.

Dalam konferensi persnya, Trump tidak menjawab pertanyaan utama apakah tuduhan itu adalah bahwa Suleimani berencana untuk menyerang AS, dia tidak peduli dengan tindakannya yang akan mengundang ketegangan yang akan mengarah pada perang dunia.

“Kami kecewa bahwa PBB hanyalah penonton dan tidak ada tindakan nyata untuk mencegah AS dari mengancam perdamaian lebih lanjut di kawasan Asia Barat,” ujarnya.

MAPIM mengatakan, narasi Trump yang mengulangi propaganda bahwa Iran adalah negara yang memicu terorisme tidak selalu dapat diterima. Sebaliknya, semua fakta menunjukkan bahwa AS adalah negara teroris yang beroperasi di seluruh wilayah Asia Barat.

Baca Juga:  Pemukim Ekstrimis Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

“Kami pikir AS adalah negara teroris yang nyata. Sejak invasi AS ke Irak, situasi di kawasan Asia Barat telah dalam keadaan tidak stabil,” katanya.

MAPIM menilai, memaksa Iran untuk memperbaiki sikap dan perilakunya adalah pernyataan munafik oleh Trump. Tindakan pemerintah Trump perlu diubah karena kebijakan luar negeri AS jelas menindas negara lain dan menyangkal hak-hak masyarakat setempat.

“Dia adalah seorang diktator dalam banyak pernyataannya yang tidak ingin dipertanyakan oleh anggota kongres dan senator AS,” ujar Azmi.

Sekarang serangan balik Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak tidak bisa dihindari. Iran memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatannya dan segala eskalasi harus dilakukan oleh AS sebagai penyebab krisis.

Baca Juga:  Polisi Jerman Bubarkan Ribuan Demonstran Pro Palestina di Berlin

“Kami berpendapat bahwa semua situs militer AS di wilayah Asia Barat harus ditutup dan semua personel militer AS harus dievakuasi,” kata MAPIM

MAPIM berharap Malaysia mengambil inisiatif untuk mengusulkan PBB segera mengadakan pertemuan untuk mengatasi krisis yang sedang berlangsung. (T/R6/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: siti aisyah

Editor: Rudi Hendrik