MAPIM Kutuk Serangan Agresi Israel di Jalur Gaza

Kuala Lumpur, MINA – Majelis Perundingan Islam Malaysia (MAPIM) pada Sabtu (6/8) mengutuk serangan pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza, yang menewaskan belasan orang, termasuk seorang anak berusia 5 tahun.

“Ini bukan serangan pertama dalam skala seperti itu. Israel secara konsisten menciptakan alasan palsu untuk membombardir Gaza,” kata Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Sabtu (6/8).

Israel melancarkan serangan baru di Jalur Gaza pada Jumat (5/8), dan membunuh seorang komandan senior dengan sayap bersenjata Jihad Islam.

MAPIM mengatakan, serangan itu tidak akan dibiarkan begitu saja oleh para pejuang Gaza, dan provokasi mematikan ini akan menciptakan gelombang kemarahan dari orang-orang di wilayah Gaza yang diblokade.

Reaksi Israel bahwa serangan itu untuk melindungi nyawa orang Israel adalah pengulangan dari kebijakan barbarnya yang membenarkan pembantaian tersebut.

MAPIM menyatakan, dari penindasan puluhan tahun, Gaza tidak akan mengalah, karena upaya Israel untuk melemahkan perlawanan dan ketabahan nasional akan gagal.

“Kami berdiri dalam solidaritas dengan semua gerakan perlawanan Palestina. Kami menyampaikan belasungkawa dan simpati kami kepada keluarga para martir dan terluka akibat serangan itu,” kata Azmi.

Menurutnya, serangan tersebut menjadi alasan solusi dua negara yang diusung oleh AS adalah proposal yang tidak bisa jalan. Bahkan tidak diterima oleh Israel sendiri.

“Kami menyerukan protes keras terhadap Israel dan AS dan mendesak PBB dan OKI untuk segera bertindak menghentikan kejahatan perang dan genosida Israel,” katanya.

Ia mengatakan, kemunafikan AS terhadap operasi kriminal Israel dibandingkan dengan perang Rusia di Ukraina tercela. Miliaran uang publik AS untuk mempersenjatai Ukraina sangat keterlaluan.

“Selama lebih dari 7 dekade, Palestina telah menderita dari senjata pemusnah massal AS yang dipasok ke Israel. Ini adalah kejahatan perang yang terang-terangan terhadap wilayah pendudukan,” ungkap Azmi.

Dunia tidak bisa hanya menjadi penonton dari kejahatan brutal pendudukan Israel, dalam setiap serangan udaranya. Gaza, penjara terbuka terbesar di dunia, rentan dengan korban jiwa yang tinggi.

MAPIM dan Koalisi Rakyat Asean untuk Palestina, menegaskan kembali seruan kepada masyarakat internasional agar segera bertindak menghentikan serangan Israel.

“Kami juga mengutuk dukungan penuh AS pada agresi dengan dalih hak Israel untuk melindungi dirinya sendiri. AS telah terlibat dalam kejahatan Israel terhadap rakyat Gaza,” ujarnya.

Ini telah menjadi kebijakan yang konsisten dari AS meskipun jelas pelanggaran Israel terhadap hukum internasional, dan serangan kriminal, serta blokade Gaza membuktikan bahwa Israel adalah negara teroris.

Dunia telah menyaksikan banyak barbarisme dan serangan tidak manusiawi Israel di Gaza yang menewaskan ribuan orang termasuk anak-anak, sejak blokade Gaza pada 2006.

“Kami menuntut semua kepala pemerintahan di seluruh dunia untuk tidak tetap pasif dan menunjukkan kebijakan kelambanan. Komunitas internasional harus bertindak tegas untuk mengakhiri pengepungan di Gaza,” kata Presiden MAPIM, Azmi.

Gaza telah berubah menjadi ladang pembunuhan oleh pasukan Israel, menargetkan anak-anak dan wanita dengan impunitas.

PBB tidak bisa tinggal diam dan semua resolusi yang dikeluarkan oleh UNGA terkait dengan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan harus ditegakkan di Israel. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)