MAPIM Minta Pemerintah Malaysia Tidak Kembalikan Pengungsi Rohingya ke Laut

Kuala Lumpur, MINA – Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) meminta Pemerintah Malaysia memikirkan kembali rencana untuk memulangkan 300 pengungsi Muslim Rohingya ke laut.

“Kami mengimbau Pemerintah Malaysia memikirkan kembali rencana untuk mengirim hampir 300 pengungsi Muslim Rohingya yang tiba dengan kapal yang rusak dan akan dikembalikan ke laut begitu kapal telah diperbaiki,” kata Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Sabtu (20/6).

“Kami memahami langkah untuk tidak lagi menerima pengungsi Rohingya setelah memperketat kontrol perbatasan untuk mengendalikan penyebaran virus corona baru (COVID-19),” imbuhnya.

Menurut MAPIM, mengirim mereka kembali ke laut, setelah menerimanya dengan alasan kemanusiaan adalah tidak manusiawi.

“Kami terkejut mengetahui menurut laporan berita bahwa pihak berwenang sekarang telah menyusun rencana untuk mengirim para tahanan kembali ke laut setelah kapal diperbaiki,” ujarnya.

Mengutip laporan berita dari dua sumber pejabat keamanan Malaysia, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri, memberikan tanggapan terkait isu tersebut. “Itu adalah rencana saat ini tetapi belum ada keputusan yang dibuat,” kata salah satu sumber.

“Kapal itu akan diberi makanan dan air jika rencana untuk mendorong mereka ke laut disetujui,” kata sumber itu.

MAPIM menegaskan, Satuan Tugas Nasional Pemerintah Malaysia untuk masalah-masalah migran, yang meliputi jawatan maritim, angkatan laut, polisi dan imigrasi, harus menanggapi berita ini.

Fakta bahwa Bangladesh telah menolak untuk menerima pengungsi Rohingya dan Myanmar tidak akan mengakomodasi mereka, berarti mereka akan dibiarkan mengambang di laut tanpa jaminan akan bertahan hidup begitu persediaan makanan habis.

“Kami mendesak Malaysia untuk tidak mengirim para pengungsi kembali ke laut dan memanggil pihak berwenang Malaysia untuk melimpahi gagasan itu karena ini sama saja dengan membahayakan nyawa tak berdosa yang akan dibuang ke laut,” jelas MAPIM. (T/R6/P1

Mi’raj News Agency (MINA)