Maradona: Dalam Hati Saya, Saya Orang Palestina

Saat dunia berduka atas kematian pemain legendaris sepak bola, Diego Maradona, banyak orang juga memberikan penghormatan atas dukungan vokalnya untuk perjuangan Palestina.

Mantan pemain Argentina dan pemenang Piala Dunia itu meninggal pada Rabu, 25 November 2020, karena serangan jantung pada usia 60 tahun, menyusul masalah kesehatan selama bertahun-tahun.

Kematiannya terjadi dua pekan setelah ia keluar dari rumah sakit Buenos Aires setelah menjalani operasi otak.

Maradona dielu-elukan sebagai seorang sosialis sayap kiri anti-imperialis, yang telah mendukung gerakan-gerakan progresif.

Dia menghitung di antara teman-temannya, yaitu mendiang pemimpin Venezuela Hugo Chavez, mendiang Presiden Kuba Fidel Castro, dan Evo Morales dari Bolivia.

Dia terlihat lebih dari satu kali menemani Chavez, mengenakan kemeja anti-George Bush.

Dia tidak menyesal mendukung Palestina, bahkan setelah gantung sepatu dari sepak bola.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri men-tweet belasungkawa kepada keluarga dan penggemar Maradona di seluruh dunia.

“Kami sangat sedih atas kematian salah satu pesepakbola terhebat, ‘Maradona’, yang dikenal atas dukungannya pada #Palestine,” tulisnya.

Pada 2012, Maradona menyebut dirinya sebagai “penggemar nomor satu rakyat Palestina”.

“Saya menghormati mereka dan bersimpati kepada mereka,” katanya. “Saya mendukung Palestina tanpa rasa takut.”

Dua tahun kemudian, selama serangan musim panas Israel di Jalur Gaza yang diblokade menewaskan sedikitnya 3.000 warga Palestina. Maradona mengungkapkan kemarahannya dan mengkritik Israel.

“Apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina sangat memalukan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Setahun kemudian, beredar kabar bahwa Maradona sedang bernegosiasi dengan Asosiasi Sepak Bola Palestina mengenai kemungkinan melatih tim nasional Palestina selama Piala Asia AFC 2015.

Pada Juli 2018, dia bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan singkat di Moskow, sekali lagi menegaskan kembali dukungannya yang sudah lama kepada Palestina.

“Dalam hati saya, saya orang Palestina,” katanya kepada Abbas sambil memeluknya dalam klip yang diunggah di halaman Instagram-nya.

Pada tahun yang sama, Maradona mengungkapkan pendapatnya tentang peran AS di Suriah, yang berada di tahun ketujuh perang saudara ketika Presiden Bashar Al-Assad mengkonsolidasikan kendalinya atas sebagian besar negara.

“Anda tidak perlu pergi ke universitas untuk mengetahui bahwa Amerika Serikat ingin menghapus Suriah dari keberadaannya,” katanya. (AT/RI-1RS2)

Sumber: Al Jazeera

Mi’raj News Agency (MINA)