Agam, MINA — Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi singkat, Kamis (8/1) pagi. Erupsi tersebut terekam oleh alat pemantauan meskipun secara visual tidak terlihat kolom abu dari puncak gunung.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat erupsi terjadi pada pukul 08.41 WIB dengan durasi sekitar 17 detik. Aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 16 milimeter.
Petugas PGA Marapi Bukittinggi, Asep Antonius, mengatakan erupsi tersebut merupakan bagian dari peningkatan aktivitas Gunung Marapi yang kembali teramati dalam dua hari terakhir. Namun, kondisi visual saat kejadian tidak memungkinkan pengamatan tinggi kolom abu.
“Erupsi Gunung Marapi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 16 milimeter dan durasi sekitar 17 detik. Saat kejadian, kolom abu tidak teramati secara visual,” ujar Asep, Kamis (8/1).
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, aktivitas kegempaan Gunung Marapi juga mengalami peningkatan. Tercatat satu kali erupsi, dua gempa tektonik jauh, satu gempa dangkal, serta satu gempa vulkanik.
Asep mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan. Warga yang bermukim di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diminta lebih waspada, khususnya saat intensitas hujan meningkat.
Selain itu, masyarakat dan pengunjung diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
“Status Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II atau waspada, dan seluruh rekomendasi dari PVMBG tetap berlaku,” tegasnya. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic