Maroko dan Israel Tanda Tangani Kerja Sama Bidang Keamanan

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dan Perdana Menteri yang bertanggung jawab atas Pertahanan Nasional Maroko, Abdel Latif Loudiyi. (Foto: Twitter Benny Gantz)

Rabat, MINA – Maroko dan Israel melakukan kesepakatan kerja sama dalam bidang keamanan yang memudahkan Maroko memperoleh ekspor teknologi tinggi dari industri pertahanan Israel di Rabat, Rabu (24/11).

Menteri pertahanan Israel Benny Gantz tiba di Rabat, Ibu Kota Maroko, pada Selasa (23/11) malam dalam kunjungan resmi pertama seorang menteri, yang berlangsung hingga Kamis (25/11).

“Dalam rangka kunjungan ke Maroko, kami menandatangani dengan Delegasi Menteri Maroko untuk Perdana Menteri yang bertanggung jawab atas Pertahanan Nasional, Abdel Latif Loudiyi, sebuah nota kesepahaman pertahanan perintis,” kata Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz melalui akun Twitternya.

Dikutip dari Shehab Agency, perjanjian tersebut, kata Gantz, memberikan kerangka kerja yang solid yang meresmikan hubungan pertahanan antara kedua negara dan meletakkan dasar untuk setiap kerja sama di masa depan.

“Kesepakatan tersebut akan memungkinkan lembaga pertahanan di kedua negara untuk menikmati peningkatan kerja sama di bidang: intelijen, kerja sama industri, pelatihan militer, dan banyak lagi,” ujarnya.

Media Israel Ibrani 12 melaporkan, kesepakatan senjata antara Maroko dan Israel termasuk drone, sistem radar, sistem pertahanan udara canggih dan peningkatan pesawat F5 yang digunakan oleh Angkatan Udara Maroko.

Ini adalah perjanjian kedua, yang ditandatangani oleh Israel dan Maroko, selama kunjungan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, ke Rabat, yang dimulai pada Selasa (23/11).

Pada Rabu (24/11), Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa Gantz dan Lodiyi menandatangani MoU, memorandum kesepahaman pertahanan perintis di bidang intelijen, kerja sama industri, pelatihan militer, dan banyak lagi.

Pada akhir tahun lalu, Israel dan Maroko mengumumkan dimulainya kembali hubungan diplomatik antara kedua belah pihak setelah penangguhan mereka pada tahun 2002. (T/R6/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)